ISIS BOM peninggalan pra-Islam

ISIS BOM peninggalan pra-Islam

Foto-foto yang dimuat ke internet oleh kelompok militan Negara Islam atau ISIS pada Selasa (25/8/2015) menunjukkan perusakan kuil yang berusia 2.000 tahun di situs budaya dunia di Palmyra, Suriah minggu ini.


Dalam foto-foto tersebut, beberapa pria membawa barel ke kuil Baal Shamin dari era Romawi, menjejerkan barel tersebut yang dihubungkan dengan kabel biru.

Foto lainnya menunjukkan awan asap dan puing-puing yang tertutup debu, diduga setelah ledakan yang dilakukan hari Minggu.

UNESCO menyebut perusakan kuil ini sebagai kejahatan perang.

Kuil tersebut adalah bagian dari kompleks arkeologi di Palmyra, situs budaya dunia di Suriah tengah.

ISIS merebut kota tersebut, termasuk reruntuhan kota tua tersebut pada bulan Mei.

Minggu lalu, militan ISIS memenggal Khaled Asaad, arkeolog berusia 82 tahun dan mantan kepala barang-barang antik di Palmyra yang menghabiskan waktu berpuluh-puluh tahun memelihara situs tersebut.

Kelompok tersebut menargetkan situs budaya lainnya di Suriah dan Irak untuk menghancurkan artefak pra-Islam. Tapi kelompok itu juga dilaporkan menjual benda seni yang dijarah sebagai pemasukan tambahan bagi kelompok tersebut.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS sudah menghancurkan kuil kuno di Palmyra, Suriah, seperti dilaporkan pihak berwenang dan para aktivis.

Ketua Cagar Budaya Suriah, Maamoun Abdulkarim, mengatakan ledakan juga merusak beberapa tonggak Romawi di kota itu, yang merupakan situs warisan budaya UNESCO.

Kuil Baalshamin di Palmyra dibangun sekitar 2.000 tahun lalu.

Berita tentang penghancuran kuil Baalshamin itu muncul beberapa hari setelah kelompok militan ISIS membunuh seorang arkeolog yang mengabdikan hidupya untuk merawat peninggalan kuno itu.

Arkelog itu adalah Khaled Asaad yang disandera sejak awal 2015 oleh ISIS. Keluarganya mengatakan, pria berusia 82 tahun dipenggal kepalanya para oleh militan.

Maamoun Abdulkarim mengatakan bahwa kuil itu diledakkan pada hari Minggu (23/8/2015), tetapi aktivis dari Pengamat Suriah untuk Hak Asasi yang bermarkas di Inggris melaporkan penghancuran terjadi sebulan lalu.

Palmyra, yang merupakan salah satu situs kuno penting di Timur Tengah, dikuasai ISIS pada bulan Mei.

Kelompok militan tersebut itu juga sudah menghancurkan beberapa situs kuno di Irak, antara lain kota kuno Nimrud.

Seorang arkeolog Suriah yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melindungi situs peninggalan peradaban Romawi di Palmyra dilaporkan telah dibunuh oleh kelompok militan Negara Islam atau ISIS.

Khaled Asaad disandera sejak awal 2015 oleh ISIS setelah situs bersejarah yang masuk kategori warisan dunia oleh Unesco ini dikuasai militan tersebut.

Keluarga Khaled mengatakan bahwa pria berusia 82 tahun itu telah dipenggal kepalanya oleh militan ISIS, kata Direktur Balai Cagar Budaya Suriah, Maamoun Abdulkarim.

Khaled Asaad telah menghabiskan lebih dari 50 tahun bekerja di kawasan Palmyra sebagai penanggungjawab keberadaan barang-barang kuno.

Situs Palmyra dikenal sebagai situs kuno bersejarah yang bernilai penting di kawasan Timur Tengah.

Ilmuwan Digantung pejuang Islam


Pada Selasa (18/8/2015), Abdulkarim mengatakan, keluarga Khaled memberitahunya bahwa arkeolog itu telah dibunuh dan tubuhnya digantung di salah satu kolom di alun-alun utama Palmyra.

"Bayangkan saja, seorang sarjana yang mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan sejarah Palmyra, dipenggal kepalanya," kata Abdulkarim.

"Kehadiran para penjahat itu di kota ini adalah kutukan dan pertanda buruk bagi Palmyra," tambahnya.

Kelompok militan yang menyebut dirinya sebagai Negara Islam atau dulu ISIS itu menguasai sebagian daerah Suriah dan Irak.

Mereka berhasil menguasai Palmyra pada Mei lalu.

Kelompok ini sebelumnya telah menghancurkan reruntuhan kuno lainnya di Suriah dan Irak, tetapi tidak jelas berapa banyak kerusakan yang mereka perbuat terhadap situs Palmyra.

Badan PBB Unesco mengatakan kehancuran situs-situs bersejarah di Suriah dan Irak merupakan "kerugian yang sangat besar bagi kemanusiaan".

Pasukan Suriah telah berusaha mengusir kelompok militan ISIS dari beberapa wilayah dalam beberapa bulan terakhir, tetapi belum berhasil mengusir mereka dari Palmyra.
 
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment