pengertian arsy عَرْش

pengertian arsy عَرْش

disanalah Arsy tempat allah
Tentang pengertian ‘arsy (عَرْش), ulama memberikan penjelasan yang berbeda-beda.
Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘arsy (عَرْش) merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida di antaranya berdasarkan Yunus ayat 3, "Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (عَرْش = singgasana) untuk mengatur segala urusan".

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? [QS 10:3]

Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) mengutip hadis dari Ibnu Abi Hatim - Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah SWT menciptakan `arsy dan kursi dari cahaya-Nya. `Arsy melekat di kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut. `Arsy dikelilingi oleh empat buah sungai dan Para malaikat berdiri di setiap sungai sambil bertasbih/memuliakan Allah.

Kursi [kur'siyyuhu (Al-Baqarah ayat 55) - kur'siyyihi (Sad ayat 34)] TIDAK SAMA dengan arsy. Arti kursi adalah BUKAN "pengetahuan allah", BUKAN arsy, BUKAN "bukan kekuasaan dan kekuatan Allah" NAMUN "pijakan kedua kaki Allah".

bentuk BUMI versi Islam

bentuk BUMI versi Islam

dalam Tradisi Islam, Terdapat 2 (dua) pendapat, beberapa menyatakan Bumi itu Bulat dan beberapa menyatakan bumi itu datar. Ini akan kita uji mana yang bertentangan dengan Al Qur'an dan Hadis dan kita teluri mengapa pendapat nyeleneh tersebut muncul.

Pendapat Islam Tentang Bumi itu bulat

Sekitar tahun 830, Khalifah al-Ma'mun menugaskan sekelompok astronomer untuk mengukur jarak antara Tadmur (Palmyra) ke Al-Raqqh, di Syria modern. Mereka menemukan bahwa kota-kota itu terpisah 1 derajat ketinggian.

Sejak itu banyak peneliti-peneliti Islam berpendapat (Ijma) bahwa BUMI itu BULAT diantaranya adalah Ibnu Hazm (Meninggal 1069), Ibnu Al-Jawzi (meninggal 1200), Ibnu Taymiya (meninggal 1328) dan Ibnu Khaldun (meninggal 1406).

Imam Ibnu Hazm (7 November 994–15 August 1069, 456 AH), di klaim mengatakan:
  • "Pasal penjelasan tentang bulatnya bumi. Tidak ada satu pun dari ulama kaum muslimin, semoga Allah meridhai mereka semua, yang mengingkari bahwa bumi itu bulat dan tidak dijumpai bantahan atau satu kalimat pun dari salah seorang dari mereka." (Buku "Matahari Mengelilingi Bumi Sebuah Kepastian Al-Qur'an dan As-Sunnah Serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahri", Ahmad Sabiq bin AbdulLathif Abu Yusuf, Penerbit Pustaka Al-Furqon, Gresik, Bab 4.1, hal.77-78, yang konon penulisnya mengutip itu dari "al Fishal fil Milal wan Nihal 2/97")

khalifah Abbasiyah Al-Ma'mun

khalifah Abbasiyah Al-Ma'mun

Abū Ja ʿ jauh Abdullah Al-Ma ʾ mun bin Harun (juga dieja Almamon, Al-Maymun, Al-Ma'moon, dan el-Mamoun, Arab ابوجعفر عبدالله المأمون) (13 September 786-9 August 833) (المأمون) adalah Abbasiyah khalifah yang memerintah dari 813 sampai kematiannya pada 833. Ia menggantikan saudaranya al-Amin yang tewas selama pengepungan Baghdad (813).

Al-Ma ʾ mun lahir di Baghdad, pada tanggal 15 September 786 CE ke Abbasiyah khalifah Harun al-Rasyid dan Persia wanita bernama Marajil.

Al-Tabari (ay 32, p. 231) menjelaskan al-Ma'mun sebagai rata-rata tinggi, kulit ringan, tampan dan memiliki jenggot panjang kehilangan warna gelap saat ia berusia. Ia menceritakan anekdot tentang kemampuan khalifah untuk berbicara singkat dan fasih tanpa persiapan, kemurahan hatinya, ia menghormati Muhammad dan agama, rasa moderasi, keadilan dan kasih-Nya puisi.

Jam Makkah, Standar Waktu Baru

Jam Makkah, Standar Waktu Baru

jam Haji Mekkah
Warga Arab Saudi berharap jam terbesar di dunia yang menjulang tinggi di Makkah akan menjadikan kota suci umat Islam itu sebagai standar waktu baru pengganti  Greenwich Mean Time (GMT).

”Semua orang tertarik melihat jam ini meski informasinya masih kurang memadai. Kami berharap Makkah bisa menjadi pusat zona waktu dunia, jadi tidak sekadar memiliki jam raksasa untuk dipamerkan,” ungkap seorang warga Makkah, Hani al-Wajeeh.

Jam Raksasa Mekkah Akan Menyaingi Acuan Waktu GMT

Jam Raksasa Mekkah Akan Menyaingi Acuan Waktu GMT

jam Raksasa saingi GMT
Menara jam Mekkah yang merupakan jam terbesar di dunia, kabarnya akan menantang ketepatan waktu dari standar jam internasional GMT. Dengan adanya menara jam Mekkah ini, Arab Saudi berharap menjadi acuan jam untuk 1,5 miliar umat muslim di seluruh dunia.

Jam Menara Mekkah ini mulai berdetak pada Kamis ini, 12 Agusutus 2010, bersamaan dengan mulainya bulan Ramadan.

Menara Jam Mekkah ini sangat mirip dengan BigBen. Jam ini bisa dilihat dari empat arah. Jam ini lebarnya 45 meter ini akan diterangi dua juta lampu LED. Pada jam itu ada tulisan Arab besar “Dengan nama Allah.” Jam ini akan beroperasi dengan standar sendiri yakni Saudi Standar Waktu atau tiga jam lebih dulu ketimbang GMT.

Jam Raksasa di Makkah Sebaiknya Dijadikan Acuan Jam Hijriah

Jam Raksasa di Makkah Sebaiknya Dijadikan Acuan Jam Hijriah

jam Raksasa di Makkah
Usaha pemerintah Arab Saudi untuk menggeser pusat waktu dunia ke Makkah bukan perkara mudah. Hal yang bisa dilakukan sekarang adalah dengan menjadikan jam raksasa tersebut sebagai acuan waktu hijriah.

"Sekarang kan baru ada penanggalan hijriah, kenapa tidak dibuat saja semacam penyatuan waktu untuk jam hijriah," kata astronom ITB Moedji Raharto saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/8/2010).

Menurut Moedji, butuh usaha besar untuk menjadikan Makkah seperti Greenwich Mean Time (GMT). Sebab, negara-negara lain yang terlanjur menggunakan acuan waktu di wilayah tenggara London tersebut akan melakukan penyesuaian besar-besaran.

Ustad RUQIAH sambil RABA kemaluan pasien

Ustad RUQIAH sambil RABA kemaluan pasien

Pelecehan SEKSual oleh UGB
ustad tidak hanya ingin Surga Akhirat,
tapi dari sekarang ingin menikmati Surga Dunia
"R" mengaku trauma dengan sikap yang ia alami saat berobat di pengobatan UGB pada tahun 2011 lalu. Bahkan, trauma itu masih membekas hingga saat ini. Ia pun malas melihat sosok UGB di layar kaca.

"Kalau lihat dia (UGB) jijik dan takut," ungkap "R" saat mengadukan kasusnya di Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat.

Jika ada UGB di layar kaca, "R" pun langsung mengganti ke channel lainya. Setelah itu sang ibu, Eka pun selalu marah-marah kepada sosok UGB.

"Kalau yang marah-marah mamah, kalau ada dia di TV," lanjutnya.

Sepasang Pelajar Madrasah Digerebek Berduaan di Toilet

Sepasang Pelajar Madrasah Digerebek Berduaan di Toilet

ga dapatijin mesum kamar  pribadi, WC umum'pun jadi
Sepasang pelajar madrasah digerebek warga karena berduaan di dalam toilet umum di Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (27/3/2014). Keduanya berada di toilet selama 30 menit.

Warga pun kesal dan mengarak mereka ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (PP) yang berjarak sekitar 100 meter dari toilet.

Menurut Murtadha (42), salah seorang PKL minuman yang tak jauh dari toilet, pelajar putra dan putri madrasah di Kraksaan itu masuk ke toilet umum dari arah selatan. Lantaran curiga, Murtadha langsung menghampiri toilet umum itu untuk mengetahui apa yang mereka lakukan.

Menikahi Gadis Ingusan, Ulama Ini Ditahan

Menikahi Gadis Ingusan, Ulama Ini Ditahan

nikahi anak dibawah umur apakah masuk SUNNAH?
Kepolisian Australia menangkap seorang ulama kelahiran Pakistan karena dianggap menikahi gadis di bawah umur (pedofeli). Dalam keterangannya yang sempat beredar di media massa setempat, pria berusia 26 tahun itu kedapatan mengawini anak gadis yang baru menginjak usia 12 tahun.

"Kini imam kelahiran Pakistan itu ditahan di Sydney pada Senin, 10 Februari 2014, oleh Badan Penjaga Kekerasan Anak. Dia bakal diseret ke meja hijau pada 2 April 2014," ujar polisi.