AgamaMU AgamaKU AGAMA KITA
Sebuah Renungan Spiritual, Bukan Tulisan Ilmiah –Anand Krishna
God is too Bigto be contained in one single container.
Apa yang dirasakan oleh sekuntum bunga yang baru saja mekar? Bahagia.... Kebahagiaan yang tak terjelaskan lewat kata-kata. Itulah pertama kalinya ia mengalami sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang takakan dialaminya lagi. Sesuatu yang terjadi hanya "sekali" saja. Ia bersuka-cita, ia menari dan menyanyi riang..... Ia mengumpulkan para sahabat dan kerabat untuk berbagi berita baik itu dengan mereka: "Lihat, lihat.... Aku telah mekar!"
Apa yang terjadi, How did it happen? Entah apa yang terjadi, entah bagaimana... .. Ia berusaha untuk mejelaskan, tetapi tidak mampu. Ketika Kabir, mistik sufi asal India Utara itu ditanya, "Apa yang kau rasakan saat itu?" Ia menjawab, "Kulihat sungai Ganga yang berbada lebar itu terbakar, dan ikan-ikannya memanjat pohon!"
Nanak, yang kelak akan dikaitkan dengan agama Sikh, salah satu diantara agama-agama baru yang berusia dibawah enam abad, menjawab dengan cara lain: "Aku melihat langit terbelah, dan turun hujan cahaya.....Cahaya Murni!"
Namun, mereka pun menyadari bahwa pengalaman mistik mereka tidak berarti apa-apa jika tidak bermanfaat bagi orang lain. Maka, terpaksa, mereka berusaha untuk meng-"akal"- kan sesuatu yang sungguhnya berada diluar akal, supaya kita dapat memahaminya. Supaya"masuk-akal" kita!
"Agama, dan kitab-kitab suci," kata Murshidku, Sheikh Baba, seorang tukang es di Lucknow (Pusat Peradaban Islam di India Utara), "adalah hasil upaya seperti itu."