Budaya Timur vs Budaya Barat

Budaya Timur vs Budaya Barat

yang mau dibahas masalah budaya barat sana (golongan orang barat kaya Eropa, Amerika, dsb.) sama budaya timur (negara muslim kaya Arab, dsb. khususnya Indonesia).

Di Indonesia ini, dah lama kita dikenal sama negara yang memiliki keramahan, kesopanan. Kalo kaya dulu orang bilang negara ramah tamah, gemah ripah loh jinawi. Sekarang pun dah terkenal sama negara Islam terbesar di dunia, yang mayoritas penduduknya agamanya Islam. Tapi apa yang keliatan di Indonesia sekarang?


Dari golongan paling atas, para pejabat malah rebutan kekuasaan, korupsi. Golongan tengah ga jauh- jauh dari itu. Golongan bawah kena imbasnya juga. Kebanyakan yang miskin jadi nyuri, ngrampok, dsb. Golongan muda pun ga kalah memprihatinkan. Seks bebas (mulai dari SD malah ada juga), pemerkosaan, narkoba, keterlibatan kriminal (ikut sebuah geng yang sering melakukan tindak kriminal), dan masih banyak lagi. Menurut saya sih, itu kebanyakan karena masuknya pengaruh dari luar, khususnya dari barat dengan dalih “modernisasi” dan banyak orang Indo yang menyerapnya mentah- mentah.

Kaitannya dengan di atas tadi, sebenarnya harusnya kita, sebagai orang Indonesia tu harusnya banyak bersyukur, bangga jadi bangsa, rakyat Indonesia dengan keasliannya. Pakaian sopan, adat baik, ramah, lingkungan asri. Namun, banyak hal yang sudah berubah, karena modernisasi. Dan parahnya, perubahan yang diambil malah yang berdampak jelek, ga baik buat kita. Yang tadinya baik malah jadi jelek. Beberapa diantaranya:

Budaya Pakaian

Banyak anak muda sekarang (khususnya cewek) yang berpenampilan “terbuka”, meniru orang barat. Kita, yang tadinya tertutup, pakaian panjang, menutupi badan, eh..malah ikut- ikutan orang luar yang cenderung “telanjang”.

Liatlah misal di tivi, di pilem- pilem barat, yang cewek- ceweknya cuma pakai (maaf) tank top lah, BH aja lah, di pantai malah lebih parah, pakai bikini doank (BH ama CD doank). “aset”nya ditunjukin kemana- mana. Hal ini pun rupanya mulai diadopsi anak- anak Indonesia. Tank top mulai banyak, Hot Pants (kayaknya sekarang panjangnya ga ada 30 cm), sampe daleman apa tu namanya… oiya, legging. Legging tu perasaan dulu dipake ibu- ibu ato perempuan buat daleman pas pakai rok. Tapi sekarang apa? Dah dipake di luar, nyeplak kemana-mana. Lemaknya lah, bentuknya… weeeew… -_-

Yang pake jilbab pun banyak yang sama aja. Jilbab pakaiannya kok ketat banget? Bukannya jilbab tu sebagai penanda dia muslim? Yang sesuai syariat, jilbab sebagai pelengkap penutup aurot (rambut), setelah aurot yang lain ditutup (seluruh badan, jangan terlalu ketat dan tipis/transparan). Jilbab pun harusnya sampai menutupi dada. Secara tidak langsung mereka malah mengurangi keaslian syariat Islam, yang tertutup, melindungi aurot masing- masing. Bahkan tak jarang saya melihat pake jilbab tapi kok (maaf) pinggulnya keliatan, sampe ada juga yang belahan pantatnya keliatan. Masya Alloh…
Niat ga sih?
Jilbab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode.

Agama Islam telah menggariskan pakaian yang wajib dipakai oleh setiap muslimah. sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi Sallallahu alaihi wasallam,

Bunyinya seperti ini:
Hendaklah Kamu menutup seluruh anggota badan, termasuk kepala, rambut, leher, lengan, Terkecuali muka dan dua tapak tangan hingga dua pergelangan tangan.

Kriterianya:

  1. Pakaian itu tebal, tidak menampakkan warna kulit (Transparan) yang dapat dilihat dari celah-celah sulaman benang pakaian itu.
  2. Pakaian itu luas, tidak sempit, dan tidak ketat sehingga tidak menampakkan lekuk badan.
  3. Pakaian itu tidak menyerupai atau seakan-akan pakaian lelaki
  4. Pakaian itu tidak berbau harum atau wangi kerana menarik perhatian orang.

Tapi apa jadinya jika seorang wanita berjilbab itu setengah hati, jilbab sekedar nutupin kepala trus bagian lain terbuka. Ibarat "jilbab topeng" namanya, ada yang berjilbab karena emang dari hati dan emang karena kesadaran akan makna jilbab, ada juga yang berjilbab sekedar ingin tapi lebih alim biar keluar kesan wanita baik baik, atau karena motif tertentu untuk menggaet laki laki yang punya gelar orang alim dan punya kedudukan, ada yang berjilbab karena keturunan dan aturan keluarga.

Tapi baiknya ingetlah sebelum berjilbab ibarat bersumpah harus yakin dan tulus dengan segala ikatan hukum dan aturannya, klo belum siap jadikanlah hati dahulu yang tertutup jilbab baru tubuh yang dibalut jilbab. jauhkanlah kesan jilbab topeng.

jilbab jaman sekarang
jilbab tapi seksi
jilbab aurat

jilbab sex
krudung gaul
g-string jilbab
jilbab pelacur
jilbab telanjang
jilbab g-string
jilbab body bohay
jilbab rok mini
jilbab gahol
jilbab palsu
jilbab seksi
jilbab artis
jilbab body sexy
jilbab tradisi
jilbab cantik
seksi jilbab
jilbab leging
jilbab gaul
jilbab seksi
jilbab sexy
jilbab transparan
jilbab semok
Ada juga setelah maraknya kasus perkosaan di angkot, Foke (Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta) menghimbau agar para wanita jangan memakai rok mini, Gubernur yang akrab disapa Foke itu menganjurkan siapa saja yang naik angkutan umum harus bisa jaga diri dan tidak menarik minat orang untuk berbuat jahat. Seperti tidak mengenakan perhiasan berlebihan, menggunakan peralatan elektronik, dan bisa perempuan berpakaian sopan. Sebelumnya, Foke mengucapkan pernyataan kontroversial. Dengan nada bercanda, dia mengatakan rok mini gampang mengundang syahwat. "Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet duduknya pakai rok mini, kan agak gerah juga. Begitu juga kalau naik motor, pakai celana pendek dan ketat. Itu yang di belakangnya bisa goyang-goyang," urainya. Eh… lha kok malah diprotes sama kalangan pemakai rok mini. Kata mereka kurang lebih gini: “Jangan salahkan pakaian kami, bagaimana dengan pemerkosanya”. Sedangkan saya menangkap intinya gini: “jangan salahkan kami yang pengen gaya, pakai rok mini. Tapi salahin tu, para lelaki yang jelalatan, ga bisa nahan nafsu.” Lhoh?? Bukankah mereka tahu sendiri, setiap manusia tu diberi hawa nafsu sama Yang Maha Kuasa? Ga cewek, ga cowok. Jadi kalo ada cowok yang ngeliat sesuatu yang “terbuka” pastilah ada “sesuatu” yang bereaksi. Ini juga yang aneh, mereka pakai ketat, pakai yang pendek- pendek. Giliran diliatin, ato digodain, marah. Kadang sering liat juga cewek sibuk narik- narik bajunya ke bawah karena kadang keliatan perutnya. Ato narik celana biar ga melorot. Salah siapa coba, pakai pakaian kayak gitu?? Coba ketika cewek berpenampilan tertutup, cowok hanya akan sebatas mengagumi mereka, tanpa berpikir macam- macam.


Dan hal ini pun tampaknya dibiarkan oleh orang- orang terdekat cewek itu sendiri, seperti orang tua, pacar, suami, maupun saudara masing- masing. Kalo saya sih, ga rela kalo orang terdekatnya jadi “bahan tontonan” orang lain. Buat “konsumsi pribadi” aja, ntar. Harusnya kita bangga, pakai pakaian tertutup, ga banyak yang liat, kayak punya orang di luar sana, kaya “diobral” aja, biar pada ngeliat.

Gaya hidup

Ini juga bisa jadi perhatian kita. Sikap individual sampe ga peduli orang lain, pergaulan bebas, narkoba, sampe gaya kamar mandi.

Pergaulan bebas. Menurut cerita, di kalangan remaja Amerika sana, mereka malah saling berkompetisi, untuk berhubungan intim dengan lawan jenis, dan parahnya hal ini dilakukan oleh anak yang masih berusia belasan tahun. Mereka bangga jika bisa berhubungan dengan lawan jenis. Ga gaul, katanya, kalo ada anak yang cupu, ga mau melakukan hubungan sebelum nikah. Lha kok kita malah banyak yang meniru mereka. Padahal itu adalah hal yang nista, apalagi Indonesia dikenal sebagai negara berpenduduk Islam terbesar. Negara Islami. Malu, dong…
Sampe- sampe, gaya kamar mandi orang barat pun dengan kepraktisannya pun juga sudah mulai diadopsi. Banyak kamar mandi hanya menyediakan tisu sebagai pembersih. Dan parahnya, ada pula masjid yang menyediakannya. Hanya tisu dan sedikit air. Padahal, kalo kita pikir sendiri, lebih bersih mana coba, ngebersihin kotoran pake air, dengan mbersihin pakai tisu. Kita bayangin aja misal kaki kita nginjek (maaf) tahi ayam. Trus antara kita cuci bersih sama cuma dielap pakai tisu. Bersih yang mana? Ya bersih yang pake air, yang pake tisu doank pasti masih ada baunya. Begitu juga pas kita mbersihin anggota badan kita pas BAB ato buang air kecil.
Mungkin sekian dulu sedikit pembahasan dari saya. Kayak ga penting, ya? Tapi penting juga sih, kalo kita bisa ngresapinnya. Saran saya sih sebagai orang Indonesia yang kental budaya timurnya (khususnya yang beragama Islam), kita balikin lagi diri kita, untuk menjaga kesopanan, kesantunan sesuai syariat agama kita. Jangan malah meniru budaya dari barat. Budaya barat boleh ditiru, tapi ambil aja yang positifnya, kaya ilmunya, pemikiran ke depannya, pelestarian lingkungan, dsb. Semoga bermanfaat. :)sumber
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment