Calon Presiden yang didukung Partai Islam juga suka gunakan Dukun

Calon Presiden yang didukung Partai Islam juga suka gunakan Dukun

Dua dukun gelar ritual saat Prabowo layangkan gugatan di MK

Hal menarik terjadi jelang kedatangan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Mendadak dua orang layaknya dukun melakukan ritual di bawah pilar MK, Jumat (25/7).

Memakai pakaian serba hitam, mereka membawa patung yang kemudian diletakkan menghadap ruang sidang utama gedung MK. Selain itu, banyak pula pernak-pernik ritual yang terbungkus.

Untuk tujuannya memang belum bisa dipastikan. Pria berambut panjang itu hanya berdiam diri di bawah pilar. Selain itu, di sampingnya terdapat seorang perempuan dengan tutup kepala kain dalam posisi duduk dan lakukan gerakkan layaknya sedang beritual.

Dalam gerakkan ritualnya, perempuan itu kadang mengangkat tangan ke atas lalu meletakkan ke dadanya. Mulutnya pun komat-kamit layaknya membaca mantra.


Sayangnya, tidak ada komentar dari kedua orang tersebut. Bahkan seseorang melarang beberapa awak media mendekat ketika keduanya melakukan prosesi itu. Tak khayal, dua orang itu sempat jadi perhatian di gedung MK.

Fahri Hamzah anggap isu dukun di MK hanya fitnah

Tim sukses Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah membantah kubunya menggunakan jasa dukun untuk memenangkan gugatan rekapitulasi suara Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Fahri, dua orang yang sedang ritual di Gedung MK itu tidak ada kaitannya dengan kubu Prabowo-Hatta.

"Katanya ada dukun....trus dinisbatkan ke kami....teganya," kata Fahri dalam akun Twitternya, @Fahrihamzah, Jumat (25/7).

bentuk keputusasaan

Keberadaan dukun di MK jelang gugatan Prabowo-Hatta juga menuai komentar Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Menurut dia, orang yang lari ke dukun adalah orang yang tidak percaya hal rasional.

"Karena tidak percaya hal rasional kemudian lari ke dukun. Itu bentuk keputusasaan. Anda sudah tidak yakin dengan dunia nyata, anda kalah, terus lari ke mistis. Itu keputusasaan," kata Ade kepada merdeka.com, Jumat (26/07).

Ade menjelaskan, ketika putus asa sebagian orang ada yang lari ke Tuhan, meminta pertolongan agar segala permasalahannya diselesaikan. "Tapi Tuhan kan tidak bakal ikut campur (membantu) orang yang kalah," ujarnya menegaskan.

Ade menduga, jika benar dukun itu disiapkan untuk membantu Prabowo, kemungkinan dukun tersebut untuk memengaruhi hakim.

"Saya tidak pernah percaya seperti itu (dukun). Tapi ya mau apa lagi, kalau orang putus asa, jalan yang diambil ya jalan tidak normal, makanya larinya ke paranormal kan?"

Ini komentar mantan ketua MK soal dukun jelang gugatan Prabowo

Kemarin ada hal menari jelang kedatangan pasangan capres nomor urut satu Prabowo-Hatta ke gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Mendadak dua orang layaknya dukun melakukan ritual di bawah pilar MK, Jumat (25/7).

Lalu bagaimana pendapat Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie soal dukung tersebut?

"Kita harus hormati orang berupaya. Kenapa anda khawatir? Ini kan segala macam upaya yang dilakukan orang buat menang, soal hasil itu nanti kita tunggu pembuktiannya di ruang sidang," kata Jimly saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (26/07).

Lebih penting dari itu, dia melanjutkan, nanti hukum menyediakan jalan bagi siapapun, termasuk Prabowo-Hatta menggugat proses pemilu ke MK.

"Jadi nanti silakan dibuktikan di ruang sidang, dari 132.896.438 suara, mana yang sah. Proses (pemilu) itu sama pentingnya dengan hasil. Bahkan namanya proses itu juga bisa menjadi jalan meredakan kemarahan orang," kata Jimly.

"Kalau orang kalah, tapi prosesnya maksimal dan baik, dia (orang kalah) akan puas. Tapi kalau ada ganjalan, sampai mati tidak terpuaskan."

Sebelumnya, dua orang layaknya dukun itu memakai pakaian serba hitam. Mereka membawa patung yang kemudian diletakkan menghadap ruang sidang utama gedung MK. Selain itu, banyak pula pernak-pernik ritual yang terbungkus.

Untuk tujuannya memang belum bisa dipastikan. Pria berambut panjang itu hanya berdiam diri di bawah pilar. Selain itu, di sampingnya terdapat seorang perempuan dengan tutup kepala kain dalam posisi duduk dan lakukan gerakkan layaknya sedang beritual.

Dalam gerakan ritualnya, perempuan itu kadang mengangkat tangan ke atas lalu meletakkan ke dadanya. Mulutnya pun komat-kamit layaknya membaca mantra.

Pengakuan 'Dukun' yang Melakukan Ritual saat Prabowo-Hatta Gugat ke MK

Pria perambut gondrong itu bernama Eyang Suryobuwono. Suryobuwono baru saja melakukan semacam ritual di Mahkamah Konstitusi (MK), saat itu, pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, akan mendaftarkan gugatan hasil penetapan pemenang Pemilu presiden.

Ditemui usai 'ritual' tersebut, Suryobuwono tidak membantah apa yang baru saja dilakukannya. Dengan lugas, dia menyampaikan benar dia sedang melakukan sesuatu pekerjaan di MK. Pengakuannya bahkan membuat bulu kuduk merinding.

"Untuk perdamaian bangsa ku ini. Prabowo sebagai pemenang yang betul, benar. Jangan ada pembodohan terhadap masyarakat. Sudah cukup, bangsa Indonesia cerdas. Sekarang bangsa goib sedang bangun. Ada lima syekh di sini. Sembilan wali, seluruh raja Brawijaya ada di sini. Ikut saya," kata Suryubuwono di MK, Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Suryo melakukannya tidak main-main. Dia melakukannya bersama perempuan yang dia sebut 'bunda' tepat sejajar di sembilan pilar konstitusi.

Sembilan pilar konstitusi itu juga sempat dipukul-dipukul dengan tongkat pendek. Tongkat tersebut, menurut keterangannya, adalah kepunyaan Prabu Siliwangi. Sama dengan kepunyaan mendiang mantan presiden Soeharto.

Dalam ritualnya, Suryo juga membawa barang-barang sebagai pertanda restu para gaib kepada Prabowo menjadi presiden. Ada Kujang yakni, senjata khas Jawa Barat, kijang kencana, wayang semar, ndog jagat, urat sekar bumi, dan benda-benda gaib lainnya.

Dengan segala pernak-pernik yang melekat padanya, Suryobuwono pun membawa pesan singkat dan tegas kepada MK. Menurut dia, Prabowo telah dicurangi sehingga kalah dalam. Pilpres.

Prabowo telah mendapat restu untuk menjadi presiden. Prabowo bukanlah orang yang mencari kekayaan, dia hanya lah korban, bahkan korban santet.

"(Ke MK) Memperjuangkan Mas Prabowo dan membuka mata hati seluruh hakim MK. Bukti nyata harus dibuka. Konsekuensinya (kalau tidak dikabulkan) resiko sendiri. Karena para gaib sudah ada di sini. Pilar sembilan sudah tak pukuli. Ini tongkat dari Prabu Siliwangi," kata dia sembari memamerkan pusaka langka tersebut.

Jadi, apakah eyang dukun?

"Saya nggak dukun, saya nggak pake kembang. Orang biasa," jawab pria berjenggot panjang itu.

Dalam ritual tersebut, Suryo dibantu seorang perempuan yang disebutnya 'bunda'. Bunda melakukan ritual lebih lama. Dia mengenakan baju putih dan penutup kepala. Sesekali mulutnya komat-kamit. Mereka melakukannya cukup lama. sumber
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment