Dua Pertiga Korban Pemerkosaan di Liberia Adalah Anak-anak

Dua Pertiga Korban Pemerkosaan di Liberia Adalah Anak-anak

masa depan mereka setelah diperkosa
Pemerintah Liberia menyampaikan data yang mengejutkan kepada publik. Disebutkan bahwa dua pertiga dari korban pemerkosaan di Liberia, sepanjang tahun 2013 adalah anak-anak. Menyedihkan!

Kementerian Pembangunan dan Gender Liberia menyebutkan, sebanyak 65 persen dari 1.002 kasus pemerkosaan yang dilaporkan sepanjang tahun 2013 merupakan anak-anak. Anak-anak yang menjadi korban pemerkosaan rata-rata berusia 3-14 tahun.

Dengan jumlah kasus sebanyak itu, hanya sekitar 137 kasus saja yang dibawa ke pengadilan dengan hanya 49 pelaku pemerkosaan yang dijatuhi hukuman.


"Sebagai akibatnya, sebanyak 10 anak dari delapan wilayah dengan usia antara 3 tahun hingga 14 tahun yang menjadi korban, tewas sepanjang tahun 2013. Dalam beberapa kasus, pelakunya masih bebas berkeliaran," demikian penyataan Kementerian Pembangunan dan Gender Liberia seperti dilansir AFP, Rabu (29/1/2014).

Pihak kementerian menambahkan, rendahnya jumlah kasus yang disidangkan bisa jadi karena masih banyak keluarga yang menutup-nutupi kasus pemerkosaan yang menimpa keluarga mereka. Terutama jika pelaku masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.

Pernyataan itu juga menyebutkan kurangnya aparat keamanan yang mendukung korban. Ditambah lagi sebagian besar jaksa setempa tidak memprioritaskan kasus pemerkosaan, serta kurangnya ahli medis profesional yang ahli menangani korban pemerkosaan.

"Orangtua lebih memilih mengkompromikan kasus semacam ini, terutama jika pelakunya masih kerabat atau teman mereka. Kita bisa mengatakan bahwa jumlahnya bisa lebih banyak, sedikitnya tiga kali lipat dari ini jika saja orangtua tidak berkompromi," demikian pernyataan pihak kementerian.

Pemerkosaan menjadi marak di Liberia terutama sejak dijadikan sebagai senjata perang pada masa perang sipil Liberia tahun 1989-2003 lalu. Sayangnya, hal semacam ini masih terus merajalela hingga saat ini dengan banyaknya pelaku yang tidak diadili.

Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dalam pidatonya pada Senin (27/1) kemarin menyatakan bahwa pemerkosaan anak merupakan tantangan terbesar dan juga keprihatinan terbesar Liberia. Presiden wanita ini mengimbau masyarakat untuk berani melapor ke pihak berwajib dan bukannya berkompromi dengan pelaku pemerkosaan. sumber
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment