Latihan dasar Reiki Self-Healing

Latihan dasar Reiki

setelah attunement Reiki tahap dasar, praktisi (anda) dapat melatih hal - hal berikut, diantaranya:
  • Teknik Dasar Penyaluran Energi (Merasakan fenomena Reiki ! Santai, pasrah, tidak memaksakan diri, dan tidak berkonsentrasi)
  • Melatih Kepekaan Telapak Tangan (Merasakan fenomena vibrasi Reiki yang mengalir melalui chakra telapak tangan.)

Tahapan Self Healing
Tahapan Self Healing
selain itu praktisi diwajibkan melakukan "Self-Healing" men-terapi didri sendiri selama 21 Hari. dimana ini sebagai tradisi Western Reiki yang pertama, merupakan dasar yang direkomendasikan untuk mereka yang ingin memulai mempelajari Reiki.

Self healing harus dilakukan dalam keadaan rileks, ini berarti TIDAK BOLEH KONSENTRASI. Jadi kalau mau sambil dengar musik, ngobrol atau nonton boleh, yang penting jangan melakukan kegiatan yang memancing emosi, misalnya nontonnya film horror.

efektifitas self healing bukan diukur berdasarkan menit; pada praktisi reiki 1 memang ditunjukkan 3 menit per posisi, tapi waktu 3 menit itu didapatkan berdasarkan rata-rata waktu yang dibutuhkan, dengan catatan bahwa CARA SELF HEALINGNYA BENAR.


Pada dasarnya, untuk setiap posisi tangan yang dilakukan, begitu terasa hawa hangat sudah mulai merata di daerah sekitar posisi tangan, maka sudah bisa memindahkan posisi tangan. Kalau ingin tahu berapa waktu yang dibutuhkan oleh diri sendiri, coba saja dicatat jam berapa mulai dan jam berapa selesai.

Hanya satu kondisi yang perlu berhati-hati saat menggunakan Reiki, yakni kondisi pasien yang koma, karena Reiki itu sifatnyakan menormalkan; jadi kalau pasien yang memang sudah waktunya meninggal, akan lebih cepat meninggal (memang berarti lebih tenang, tapi kan ga semua orang terima begitu). Lain dari itu seharusnya tidak ada masalah.

LATIHAN PERSONAL MELATIH SECARA TERUS MENERUS AGAR TELAPAK TANGAN LEBIH SENSITIF

  1. Tekan dan putarkan ibu jari kanan ke tengah telapak tangan kiri.
  2. Sebaliknya, tekan dan putarkan ibu jari kiri ke tengah telapak tangan kanan.
  3. Dekatkan kedua telapak tangan dan rasakan energi diantaranya.

bila berkeinginan untuk konsultasi tentang LATIHAN REIKI, silahkan tanyakan dalam sesi kolom KOMENTAR di artikel REIKI ASTRA.


wajib Self Healing 21 hari

Berhubung informasi tentang Self Healing wajib 21 hari sudah semakin simpang siur, maka berikut ini saya akan berikan penjabaran yang detil tentang apa, mengapa dan bagaimananya:

Self Healing 21 hari
Self Healing 21 hari
Pada waktu pertama kali selesai inisiasi, praktisi akan mendapatkan aliran energi yang belum terbentuk sama sekali. Dengan melakukan Self Healing selama 21 hari berturut-turut, energi yang dimiliki praktisi akan terbentuk sedemikian rupa sehingga menjadi sangat selaras dengan kondisi kesehatan serta pola bioritma tubuh praktisi; apabila terjadi «terputus» satu hari, maka paling baik diulangi kembali dari awal untuk memastikan bahwa proses penyelarasan berlangsung maksimal.

Apabila praktisi melakukan penyembuhan terhadap orang lain sebelum menyelesaikan kewajiban yang 21 hari tersebut, kemungkinan besar akan terjadi perubahan bentuk energi, dimana keselarasan energi praktisi akan berada diantara kondisi praktisi dengan kondisi pasien, bahkan apabila terapi terhadap pasien dilakukan lebih rutin, ada kemungkinan energi praktisi akan terbentuk sepenuhnya selaras dengan kondisi pasien. Masalah dalam hal ini adalah karena energi yang sudah selaras dengan kondisi tertentu akan menjadi kurang efektif untuk kondisi lain.

Contoh: 
seorang praktisi yang menderita asthma dan memenuhi kewajiban self healing 21 hari maka energinya akan lebih efektif untuk penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan pernafasan dan stress, serta kurang efektif untuk penyakit jenis lain, misalnya diabetes. Sebaliknya, jika praktisi tersebut melakukan terapi pada pasien diabetes sebelum menyelesaikan kewajiban self healing 21 hari, maka kemungkinan energinya akan menjadi lebih efektif untuk terapi diabetes dan gangguan liver lain, dibandingkan untuk penyakit saluran pernafasan. Inilah sebabnya seringkali terjadi kondisi dimana praktisi yang sudah melakukan terapi pada orang lain sebelum menyelesaikan kewajiban 21 hari, berhasil menyembuhkan banyak orang tapi tidak berhasil menyembuhkan diri sendiri.

Apabila sudah terlanjur terjadi melakukan terapi pada orang lain sebelum menyelesaikan kewajiban 21 hari tersebut, bahkan apabila sudah terlanjur «naik tingkat», maka solusinya adalah:
  • bagi praktisi tingkat 1 dan 2, dapat meminta bantuan dari praktisi tingkat personal master atau lebih tinggi, untuk melakukan «reinisiasi»; caranya adalah dimana yang melakukan re-inisiasi meletakkan kedua telapak tangan di cakra mahkota yang menerima re-inisiasi, dengan kedua telapak tangan menghadap kebawah, lalu mengalirkan energi reiki dengan afirmasi «dengan mengalirnya energi ini maka bentuk dan frekuensi energi [nama praktisi penerima re-inisiasi] akan kembali seperti pada waktu pertama kali selesai diinisiasi». Alirkan energi sampai terasa «penuh».
  • bagi praktisi tingkat personal master atau lebih tinggi, dapat melakukan re-inisiasi sendiri, yaitu dengan mengambil posisi duduk dengan rileks, lalu mengangkat kedua tangan dan meletakkan kedua telapak tangan di cakra mahkota sendiri dengan telapak menghadap kebawah (arah tidak penting, yang penting posisinya nyaman), lalu alirkan energi reiki dengan afirmasi «dengan mengalirnya energi ini maka bentuk dan frekuensi energi saya akan kembali seperti pada waktu pertama kali selesai diinisiasi». Alirkan energi sampai terasa «penuh»

Harap dipahami bahwa proses re-inisiasi akan menetralisir bentuk dan frekuensi energi, tetapi tidak menganggu kapasitasnya, jadi setelah menjalani re-inisiasi, tidak perlu mengulang inisiasi tingkat 2 dan personal master, cukup melakukan Self Healing wajib selama 21 hari.

Selain itu, walaupun ini berarti seorang praktisi tingkat personal master dapat «mengubah» bentuk energi nya untuk menyesuaikan dengan penyakit tertentu, tetapi belum pernah dilakukan penelitian tentang apa akibatnya apabila reinisiasi dilakukan berkali-kali pada orang yang sama.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment