Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Singkil

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Singkil

Azab dari Allah untuk muslim di Serambi Mekah

mungkin inilah hukuman bagi umat yang mengaku muslim tetapi dengan egonya tidak menjalankan perintah ALLAH, seperti yang difirmankan olehNya:

Al-Imran ayat 116
inna alladziina kafaruu lan tughniya 'anhum amwaaluhum walaa awlaaduhum mina allaahi syay-an waulaa-ika ash-haabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna 
Sesungguhnya orang-orang yang KAFIR baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [QS 3:116] 


walaa yahzunka alladziina yusaari'uuna fii alkufri innahum lan yadhurruu allaaha syay-an yuriidu allaahu allaa yaj'ala lahum hazhzhan fii al-aakhirati walahum 'adzaabun 'azhiimun 
Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi KAFIR; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. [QS 3:176]
siapakah KAFIR itu...?
bukankah warga aceh sebagian besar beragama ISLAM...?

tapi... ALLAH selalu adil, tidak mungkin yang menjalani perintahNYA di HUKUM olehNYA.

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Singkil


Belasan rumah di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil rusak diterjang puting beliung, Sabtu (6/2) dini hari. Sedangkan di Kabupaten Aceh Timur, hingga sore kemarin banjir masih merendam setidaknya tiga desa di Kecamatan Sungai Raya dan Peureulak Barat.


Dari Singkil dilaporkan, tidak ada korban jiwa akibat terjangan puting beling yang terjadi saat masyarakat sedang tertidur lelap. Masyarakat berhamburan ke luar rumah diwarnai kepanikan dan jerit ketakutan.

Pada detik-detik bersamaan, gemuruh suara bangunan yang roboh atau atap seng yang diterbangkan angin semakin melengkapi suasana mencekam. “Sangat panik suasananya. Apalagi angin sangat kencang,” kata Ali Hasmi, Sekretaris Desa Haloban.

Menurut Ali Hasmi, datangnya puting beliung diawali suara gemuruh disusul suara atap rumah berjatuhan. Musibah itu terjadi menjelang dini hari ketika warga sedang tertidur lekap. “Sekitar jam 12 malam angin disertai hujan bergemuruh. Seng berterbangan, syukurnya tidak ada korban jiwa,” ungkap Ali Hasmi menjawab Serambi melalui sambungan telepon.

Rumah yang rusak akibat puting beliung antara lain di Desa Asan Tola, milik keluarga Rian, Safda Yani, Aslinur, Kamarudin, Abdul Mutalib, dan Masdin. Kemudian di Desa Haloban, ibu kota Kecamatan Pulau Banyak Barat, yaitu rumah Ratna, Ali, Risma Tanjung, Afdal, Supni Andrian. dan Salman. Juga rumah milik keluarga Riana, Mazmir dan Rialis.

Siang kemarin, di tengah hujan rintik warga bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak. Beberapa di antaranya datang dengan membawa seng untuk disumbangkan kepada tetangga yang jadi korban. Musibah puting beliung sudah terjadi berulang di kawasan Pulau Banyak Barat. Seperti kejadian tahun lalu, banyak juga rumah juga rusak.

Hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan Aceh Timur sejak Kamis (4/2) menyebabkan dua gampong di Kecamatan Sungai Raya dan satu di Peureulak Barat terendam.

Anggota DPRK Aceh Timur asal Kecamatan Sungai Raya, Irwanda kepada Serambi, Sabtu (6/2) menyebutkan, dampak banjir sejak tiga hari terakhir membuat sungai di kecamatan itu meluap dan merendam beberapa desa, di antaranya Seuneubok Pase dan Buket Drien. “Memang tidak separah Desember tahun lalu yang merendam delapan gampong. Karena saat ini aliran sungai sudah dinormalisasi,” kata Irwanda.

Menurut informasi, banjir kali ini merendam 120 rumah di Gampong Seuneubok Pase dan Buket Drien. Air mulai meluap pukul 14.00 WIB, Sabtu (6/2) dengan ketinggian 50-80 cm. “Ratusan hektare padi yang siap panen juga terendam,” lapor Irwanda. Hingga Sabtu (6/2) sore banjir terus meninggi namun tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi.

Aidil (27), warga Gampong Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, mengatakan, banjir tiga hari terakhir menyebabkan tiga rumah di Dusun Mulia, Paya Gajah terendam setinggi 80 cm. Banjir genangan ini, menurut Aidil disebabkan air kiriman dari Gampong Alue Bu akibat parit di tepi jalan nasional yang berfungsi sebagai saluran pembuang sudah tak berfungsi. “Akibatnya air meluap ke mana-mana,” demikian Aidil. sumber
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment