Showing posts with label Al-Qalam. Show all posts
Showing posts with label Al-Qalam. Show all posts

Tentang Poligami

Tentang Poligami

nikmati ISLAM nikmati poligami
ingat USTAD kesohor indonesia dimana dia juga melakukan POLIGAMI...... yang mungkin alasannya sama mengikuti "SUNNAH RASUL", nah disinilah yang menarik.

Berbicara poligami, tidak lepas dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Beliau berpoligami untuk memberikan contoh aplikasi ayat-ayat yang bercerita tentang beristri lebih dari satu.
Memang dibolehkan, akan tetapi banyak di antara kita yang kurang jernih dalam memahami makna poligami ini, sehingga maksud yang semula mulia menjadi direduksi hanya untuk memuaskan hasrat seksual belaka.
Untuk bisa memahami makna yang terkandung di balik pratek poligami Rasulullah SAW ini kita harus melihat persoalannya secara utuh dan holistik, jangan sepotong-potong seperti yang dilakukan banyak umat bahkan para ustad-ustad yang terkenal itu.

YANG PERTAMA, 
kita harus paham bahwa Nabi diutus Alloh untuk menebarkan kasih sayang kepada seluruh umat ( lihat QS. Al-Anbiya ayat 107 )

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS 21:107)

Bumi diatas Punggung PAUS dan Banteng

Bumi diatas Punggung PAUS dan Banteng

Peta MAP Surga dan Alam Semesta versi ISLAM

PETA LENGKAPNYA keberadaan semesta di Islam adalah:

di atas 7 langit ada laut - di atas laut ada Arsy - dan allah berada di atas Arsy.

Hadis Abu Dawud

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ أَبِي ثَوْرٍ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمِيرَةَ عَنْ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ قَالَ كُنْتُ فِي الْبَطْحَاءِ فِي عِصَابَةٍ فِيهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّتْ بِهِمْ سَحَابَةٌ فَنَظَرَ إِلَيْهَا فَقَالَ مَا تُسَمُّونَ هَذِهِ قَالُوا السَّحَابَ قَالَ وَالْمُزْنَ قَالُوا وَالْمُزْنَ قَالَ وَالْعَنَانَ قَالُوا وَالْعَنَانَ قَالَ أَبُو دَاوُد لَمْ أُتْقِنْ الْعَنَانَ جَيِّدًا قَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَا بُعْدُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ قَالُوا لَا نَدْرِي قَالَ إِنَّ بُعْدَ مَا بَيْنَهُمَا إِمَّا وَاحِدَةٌ أَوْ اثْنَتَانِ أَوْ ثَلَاثٌ وَسَبْعُونَ سَنَةً ثُمَّ السَّمَاءُ فَوْقَهَا كَذَلِكَ حَتَّى عَدَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ثُمَّ فَوْقَ السَّابِعَةِ بَحْرٌ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ مِثْلُ مَا بَيْنَ سَمَاءٍ إِلَى سَمَاءٍ ثُمَّ فَوْقَ ذَلِكَ ثَمَانِيَةُ أَوْعَالٍ بَيْنَ أَظْلَافِهِمْ وَرُكَبِهِمْ مِثْلُ مَا بَيْنَ سَمَاءٍ إِلَى سَمَاءٍ ثُمَّ عَلَى ظُهُورِهِمْ الْعَرْشُ مَا بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ مِثْلُ مَا بَيْنَ سَمَاءٍ إِلَى سَمَاءٍ ثُمَّ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَوْقَ ذَلِكَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي سُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي قَيْسٍ عَنْ سِمَاكٍ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ سِمَاكٍ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ الطَّوِيلِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah Al Bazzar berkata, telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Abu Tsaur dari Simak dari Abdullah bin Amirah dari Al Ahnaf bin Qais dari Al Abbas bin Abdul Muthallib ia berkata, "Aku pernah berada di wilayah Bathha bersama rombongan yang di dalamnya terdapat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Lalu ada awan yang melintasi mereka, beliau melihat awan itu lalu bersabda: "Kalian menyebut apa ini?"
para sahabat menjawab, "Awan."
Beliau bersabda: "Dan Al Muzn?"
mereka menjawab, "Ya, (kami juga menyebutnya) Al Muzn."
Beliau bersabda: "Dan Al 'Anan?"
mereka menjawab, "Ya, dan Al 'Anan."
Abu Dawud berkata, "Aku tidak menghafal lafadz Al 'Anan dengan baik
Beliau lalu bertanya: "Apakah kalian tahu berapa jarak antara langit dan bumi?"
mereka menjawab, "Kami tidak tahu."
Beliau bersabda: "Sesungguhnya jarak antara keduanya adalah bisa tujuh puluh satu, atau tujuh puluh dua, atau tujuh puluh tiga tahun perjalanan -perawi masih ragu-.kemudian langit yang di atasnya juga seperti itu." Hingga beliau menyebutkan tujuh langit. Kemudian setelah langit ketujuh terdapat lautan, jarak antara bawah dan atasnya seperti jarak antara langit dengan langit (yang lain). Kemudian di atasnya terdapat delapan malaikat yang jarak antara telapak kaki dengan lututnya sejauh langit dengan langit yang lainnya. Dan di atas mereka terdapat Arsy, yang antara bagian bawah dengan atasnya sejauh antara langit satu dengan langit yang lainnya. Dan Allah Tabaraka Wa Ta'ala ada di atasnya."
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abu Suraij berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Abdurrahman bin Abdullah bin Sa'd dan Muhammad bin Sa'id keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Amru bin Abu Qais dari Simak dengan sanad dan makna yang sama. Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hafsh ia berkata; telah menceritakan kepadaku Bapakku berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Thahman dari Simak dengan sanad yang sama dan makna hadits ini yang panjang. [Abu Dawud no.4100 (4 jalur perawi)]

Al-Quran dengan memahami Al-Amin

Al-Quran dengan memahami Al-Amin

al-amin
Komentator Inggris menggunakan berbagai istilah untuk menggambarkan istilah Arab 'alameen'. Bangsa, makhluk, manusia adalah semua julukan umum. Ini tidak diragukan lagi salah satu masalah banyak penerjemah dihadapi ketika mencoba untuk menangkap berbagai nuansa istilah dari satu bahasa ke bahasa lain dalam satu kata. Beberapa istilah juga membawa sedikit berbeda rendering tergantung pada konteks mereka digunakan.

Kata Arab 'al-amin' berasal dari akar kata 'Ayn-Lam-Mim' yang berarti tahu, sadar, pengetahuan, ilmu pengetahuan, tanda atau dengan cara mana sesuatu dapat diketahui.

'Alameen' membawa pentingnya 'dunia' artinya, 'penciptaan' 'manusia' atau bahkan seluruh alam semesta. Ini berasal dari bentuk jamak dari kata 'Alam' dan digunakan dalam banyak ayat Al-Quran.

adapun ayat-ayat yang menggunakan kata al-amin diantaranya:

surat Al-Fatihah ayat 2



الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. [QS 1:2]