Mekah dimasa Muhammad
Satu ketika dalam masa panjang sejarah Mekah, kota itu dilanda badai. Angin kencang bertiup. Guntur bergemuruh. Tidak lama, hujan pun turun dengan deras menggenangi Kota Mekah.
Keesokan harinya, masyarakat sekitar baru bisa keluar rumah masing-masing. Hal pertama yang mereka lihat adalah Kakbah. Semua orang yang menyaksikan bangunan itu terkejut. Air masih terlihat menggenangi Kakbah, bahkan telah meretakkan dinding-dindingnya.
Dalam sekian waktu, mereka dilanda kebingungan, apa yang harus mereka lakukan atas Kakbah dengan kondisinya seperti itu. Sebagian pemimpin Mekah seperti Al Walid Al Mughirah merasa perlu melakukan perbaikan atas Kakbah. Sementara itu, Abu Wahb bin Amir dan pengikutnya menentang pemikiran Al Walid. Hampir saja terjadi pertikaian gara-gara hal tersebut.