Showing posts with label kawin menurut islam. Show all posts
Showing posts with label kawin menurut islam. Show all posts

WNI menjadi Budak Sex

WNI menjadi Budak Sex

siapa sangka wanita berpendidikan menjadi BUDAK
Kisah Mantan Analis Keuangan RI yang Jadi Budak Seks di AS seperti yang di lansir viva.co.id Minggu, 2 Februari 2014.

Siapa sangka perempuan berpendidikan tinggi jadi budak seks.

Perbudakan bukan hanya menimpa orang-orang kecil atau yang tak berpunya. Orang dari kalangan berpendidikan pun bisa terjebak dalam praktik yang, bagi banyak pihak, merupakan kejahatan kuno namun masih ada hingga sekarang.

Shandra Woworuntu, misalnya. Siapa sangka bahwa perempuan berpendidikan tinggi dan pernah menjadi analis keuangan ini sempat terjerembab dalam perbudakan seks. Kejahatan ini bahkan terjadi di Amerika Serikat, yang bagi banyak orang sebagai negeri modern yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Sex tidak memuaskan, ceraikan saja

Sex tidak memuaskan, ceraikan saja


muslimah butuh kepuasan sex
dikutip dari berita viva.co.id hari Minggu, 2 Februari 2014, dimana media ternama ini melangsir Seks Kurang Memuaskan, Ribuan Wanita Saudi Tuntut Cerai.

Di Saudi, perceraian dengan alasan seks jarang ditelusuri buktinya.

Lebih dari 1.650 warga di Arab Saudi dilaporkan mengajukan tuntutan cerai pada 2013 lalu. Data yang dirilis oleh Kementerian Keadilan di Kerajaan Saudi itu menyebut kurangnya hubungan seks sebagai alasan warga menuntut cerai dari pasangannya.

Diberitakan Al Arabiya pada pekan lalu dari angka statistik itu, sebanyak 1.371 tuntutan perceraian diajukan oleh wanita, sedangkan 238 lainnya diajukan oleh pria.

Perkawinan dalam Islam

Perkawinan dalam Islam

Perkawitan antara kewajiban agama dan keinginan sex
Ada orang-orang pesimis yang menjabarkan perkawinan sebagai penghalalan pelacuran. Hal ini tepat sekali untuk menjabarkan kesucian perkawinan Muslim dan status dari wanita bersuami dalam Islam. Menurut Islam, melalui pernikahan, pria punya hak milik penuh atas ‘daging’ di tubuh wanita. Tidak seperti agama Hindu dan Kristen, perkawinan bukanlah persatuan yang mengikat dalam Islam. Hal ini karena tidak ada pengertian persekutuan dan penyatuan antara pasangan suami istri.

Qur’an tidak memandang perceraian dan perpisahan sebagai pilihan tragis, tapi sebagai kesempatan emas bagi pria. Dalam Islam, wanita dianggap tak berotak, dan hanya berupa daging halal saja bagi pria untuk dinikmati.

Lihatlah Hadis Sahih Bukhari 7.62.173 yang menyatakan bahwa Istri harus mencukur bulu kemaluannya tatkala suami kembali pulang ke rumah setelah perjalanan jauh.

Di bukunya, Nasrin (2007) mengeluh, “Ibuku mengenakan ‘purdah’. Dia mengenakan ‘burqa’ dengan net jaring yang menutupi bagian mukanya. Ini mengingatkanku akan kerudung penutup daging di rumah nenekku. Satu punya jaring yang terbuat dari kain, dan yang satu lagi terbuat dari kawat. Tapi maknanya tetap sama – agar daging itu aman.”