Showing posts with label al-Quran. Show all posts
Showing posts with label al-Quran. Show all posts

siapakah yang akan masuk surga?

siapakah yang akan masuk surga?

Siapa yang masuk surga? Orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani jugakah?


dalam al-quran surah Al-Maidah ayat 69:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَىٰ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS 5:69)

Tanggapan:
Masuk agama apa saja adalah sama selamatnya, semua tampaknya layak masuk surga sekalipun orang tersebut beragama Yahudi, Nasrani, dan Shabiin. Karena bahkan siapa saja (tak usah mencari agama tertentu) tak perlu ada yang dikhawatirkan atau disedihkan, sepanjang ia hidup saleh, beriman kepada Allah dan percaya akan hari kiamat.

Banyak orang menjadi lega membacanya.

Misteri Al-Fatihah

Misteri Al-Fatihah

kaligrafi Al-Qur'an

Al Fatihah itu Surat dari langit kebumi atau Surat dari bumi kelangit?


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS 1:1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (QS 1:2)

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS 1:3)

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai di Hari Pembalasan (QS 1:4)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (QS 1:5)

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS 1:6)

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS 1:7)

Memahami dan Menyikapi Lahirnya Aliran-aliran Keagamaan di Indonesia

Memahami dan Menyikapi Lahirnya Aliran-aliran Keagamaan di Indonesia

siapakah yang sesat sebenarnya?

Memahami Fenomena Pen-sesat-an (Tadhlil) dan Peng-kafir-an (Takfir) Di Indonesia

Oleh : Abd. Djalal[1]

Pendahuluan

Era reformasi di Indonesia yang diproklamirkan beberapa saat setelah tumbangnya rezim orde baru telah membukakan kran bagi kebebasan pada hampir semua lini kehidupan, baik politik, budaya, maupun agama. Di bidang politik, kebebasan ini ditandai dengan munculnya 90-an partai yang ikut pemilu pada tahun 1999 dan 40-an partai yang ikut pemilu pada tahun 2004. Kreasi dan ekspresi budaya juga menemukan kebebasannya pada era ini, sehingga menimbulkan pro-kontra antara paradigma art for art dengan paradigma art for value and responsibility. Demikian pula dalam kehidupan keagamaan, kran kebebasan tersebut menumbuhsuburkan lahirnya berbagai aliran dan pemahaman keagamaan “baru” yang tidak hanya berakibat pro-kontra, tetapi juga dapat memicu sikap saling menyesatkan (tadhlil) dan mengkafirkan (takfir) satu sama lain, dan pada gilirannya berujung pada kekerasan atas nama agama.

AlQuran Taurat Injil apakah Kitab Suci Firman?

AlQuran Taurat Injil apakah Kitab Suci Firman TUHAN?


teman-teman Muslim, yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar firman Allah.
Menurut umat Muslim Injil, Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi bukanlah firman Allah yang layak diimani.
Sementara di sisi lain, Al-Quran berulang-kali memperingatkan umat Muslim agar mengimani Kitab Suci sebelumnya.
Diantaranya dapat kita baca dalam Al-Maidah:46 yang mengatakan,

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ 
 Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
yang dapat diartikan: