Showing posts with label fatwa NARKOBA halal. Show all posts
Showing posts with label fatwa NARKOBA halal. Show all posts

Muslimah Jual Sabu Diamond

Muslimah Jual Sabu Diamond

Kasat Narkoba, AKP Jaelani (baju putih)
menunjukkan barang bukti berupa
sabu jenis diamond, Senin (3/3/2014).

Wanita Pengusaha Variasi Mobil Jual Narkotika jenis Sabu 'Diamond'

Debby Miawati alias nonik (39), warga Jl Sunandar Priyo Sudarmo, Kota Malang, ditangkap Polresta Batu di rumah kontrakannya, seusai menjual sabu jenis diamond (kristal).

Sabu jenis baru yang masih jarang beredar di Indonesia itu, ia jugal seharga Rp 1,8 juta per gram.

Sebelum menangkap Debby, anggota Satnarkoba Polresta Batu menangkap dua orang pengguna Achmad Ubaidillah alias Ubaid (33) warga Jl Kipas Desa Sidomulyo, pada 28 Februari lalu.

Opium Negara Islam Afghanistan Lebih Mematikan Dibanding Taliban

Opium Negara Islam Afghanistan Lebih Mematikan Dibanding Taliban

Negara Islam penghasil Opium
Laporan baru PBB menyebutkan penanaman opium di Afganistan meningkat 18 persen tahun ini walaupun pemerintah berusaha memusnahkan tanaman ini.

Afganistan memproduksi lebih dari 90 persen opium - bahan yang digunakan untuk heroin- di dunia.
Sekitar 1,900 pasukan koalisi internasional telah terbunuh di Afghanistan, termasuk 1,100 tentara Amerika.
Berbicara dalam sebuah konferensi anti-narkotika di Moskow, kepala Departemen Narkotika dan Kejahatan PBB, Antonio Maria Costa, mengatakan bahwa konsumen terbesar narkotika Afghan adalah Rusia, di mana lebih dari 70 ton heroin terjual tiap tahunnya.
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa heroin dipandang sebagai ancaman serius bagi generasi muda Rusia.
Rusia mendesak pasukan asing di Afghanistan untuk memberantas produksi opium dan mengkritik pasukan pimpinan AS itu gagal mengatasi persoalan tersebut.

Taliban Nikmati Panen Raya Opium

Taliban Nikmati Panen Raya Opium

Bagi rakyat Afganistan, hari-hari ini merupakan awal masa panen poppy atau opium. Ini terlihat dari stasiun bus Kandahar yang dipadati kaum lelaki, dari anak-anak berumur 10 tahun hingga orang dewasa, yang mencari pekerjaan sebagai penyadap opium.

Seorang pemilik ladang opium di Provinsi Helmand juga ke stasiun itu untuk mencari pekerja dalam musim panen yang pendek itu. Dia memerlukan 20 pekerja.

"Saya memiliki 50 hektar ladang di desa saya di distrik Khaneshin dan menanami semuanya dengan opium," katanya.

Dua pertiga penghasilan dari ladangnya akan diserahkan ke kelompok Taliban setempat sebagai biaya perlindungan. Dia masih memiliki sisa 10.000 hingga 15.000 dollar AS, tergantung dari harga opium di pasaran lokal dan asing.

"Dari mana lagi saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu?" katanya.