Showing posts with label Yesus Muhammad dan Isa. Show all posts
Showing posts with label Yesus Muhammad dan Isa. Show all posts

YESUS Kristus atau Isa Al-Masih dalam Al-Quran ISLAM

YESUS Kristus atau Isa Al-Masih dalam Al-Quran ISLAM

Mereka yang membaca Taurat dan Injil dengan seksama dapat menemukan 250 nama dan atribut Kristus. Qur’an menyebutkan lebih dari 20 nama dan gelar Putra Maria ini.

Kami menyarankan “para pencari kebenaran” agar mereka memikirkan nama-nama ini, menemukan maknanya yang unik dan melangkah maju dalam realita spiritual mereka.

1. ‘ISA

Nama ini muncul 25 kali dalam Qur’an. Beberapa sarjana mengklaim bahwa nama ini berasal dari pengucapan Syria untuk kata dalam bahasa Aram untuk Yesus, yang aslinya berarti: “YAHWEH menyelamatkan” (Mat.1:21); Ia melepaskan dari musibah, bencana, permasalahan, murka yang akan datang, dosa dan bahkan kematian.

Islam menunggu Yesus Al Masih Isa putera Maryam

Islam menunggu Yesus Al Masih Isa putera Maryam

bagi umat agama yang baru belajar akan terkejut membaca judul artikel ini, tapi begitulah adanya, dimana Muhammad mendapatkan wahyu bahwa yang akan menyelamatkan dia dan umatnya semua adalah Al Masih Isa putera Maryam yang lebih dikenal dengan sebutan Yesus.
benarkah hal itu?
apa dasar hukumnya?

Al Masih Isa putera Maryam dalam Al-Quran

berikut ini akan dipaparkan sekilas tentang ayat Al-Quran tentang junjungan dan penyelamat umat islam ini.

Al-Quran Surat Maryam Ayat 19, diesbutkan bahwa:

qaala innamaa anaa rasuulu rabbiki li-ahaba laki ghulaaman zakiyyaan
Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". [QS 19:19]
yang menjadi pertanyaan, siapakah utusan Allah itu?
jawabannya ada didalam Al-Quran juga, sebaga berikut:

Al-Quran Surat Al-Imran Ayat 45, diesbutkan bahwa:

idz qaalati almalaa-ikatu yaa maryamu inna allaaha yubasysyiruki bikalimatin minhu ismuhu almasiihu 'iisaa ibnu maryama wajiihan fii alddunyaa waal-aakhirati wamina almuqarrabiina
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), [QS 3:45]

ITULAH DUA KEPING WAHYU YANG PALING BERMASALAH.
KENAPA?

ADAM bukan Manusia pertama versi Kristen

ADAM bukan Manusia pertama versi Kristen

Kitab Kejadian 1-2 alkitab

Sebelum kita sampai kepada Adam dan Menantunya..Ada baiknya kita lihat selintas bagaimana Allah versi Kristen berbicara mengenai Penciptaan Langit, Bumi hingga Adam.

Pengantar Penciptaan disebutkan di Kejadian 1:1, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, setelah itu baru diceritakan detail penciptaannya, yaitu:

Hari ke-1

Bumi itu sudah ada pada awalnya, gelap gulita, isi bumi semua adalah air, tidak ada apapun selain air, roh Allah melayang diatas permukaan air, kemudian diciptakan Siang, diciptakan malam dan jadilah itu Petang dan pagi di Hari ke-1 [Kej 2-5]
Note:
kalimat utama yang perlu diperhatikan adalah Bumi itu ternyata sudah ada saat itu, ada siang, dan malam dan saat menyatakan siang dan malam tidak ada matahari, bulan dan Bintang!

Bumi sudah ada sebelumnya di Hari pertama!

Tidak ada penjelasan yang menciptakan air itu siapa! Ini juga mengindikasikan bahwa air dan roh allah(allah) diciptakan oleh Sesuatu yang lain (Tuhan) di hari 1 bukti:

  1. Samudera raya sudah ada dan tidak ada kata menciptakan
  2. ada roh allah (allah) melayang!

Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus

Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus

Menarik membaca 'Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus' yang dimuat di harian Kompas, 5 April, yang ditulis sdr. Ioanes Rachmat, hanya perlu dikoreksi karena banyak informasinya tidak lengkap dan akurat.
Menarik juga untuk mencermati beberapa sanggahan yang ditulis oleh Pak Herlianto (www.yabina.org) yang juga termuat di Kompas bagian surat pembaca.
(Ini surat pembaca yang dikirimkan ke harian Kompas)

Menarik membaca 'Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus' yang dimuat di harian Kompas, 5 April, yang ditulis sdr. Ioanes Rachmat, hanya perlu dikoreksi karena banyak informasinya tidak lengkap dan akurat.

Disebutkan bahwa Mariamene e Mara adalah Maria Magdalena, ini asumsi prematur, soalnya tidak ada buktinya. Memang dalam Kisah Filipus ada nama Mariamne, tapi disitu disebut bahwa ia saudara Filipus, ikut menginjil dan membaptis dan menganut sekte yang asketik, dan melakukan selibat, jadi beda. Ini menunjukkan bahwa tulisan ini langsung dibangun di atas landasan asumsi yang dipercaya penulisnya sebelum terbukti.

Dari Epistemologi Historis, Kembali Ke Makam Keluarga Yesus

Dari Epistemologi Historis, Kembali Ke Makam Keluarga Yesus

Catatan pengantar

Tulisan di bawah ini adalah sebuah tanggapan Ioanes Rakhmat terhadap tulisan Yonky Karman (YK), Menimbang Historiografi Keagamaan, dan tulisan Deshi Ramadhani (DR), Mendisiplinkan Faktualitas Makam Yesus. Tulisan-tulisan YK dan DR ini (yang dapat diminta langsung pada penulis masing-masing) merupakan tanggapan-tanggapan terhadap tulisan Ioanes Rakhmat sebelumnya, Penulisan Sejarah dan Penelitian Makam Keluarga Yesus, yang telah terbit dalam lembaran Bentara Kompas 31 Mei 2007. Karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, pihak Kompas sampai kini (22 Januari 2008) belum bisa menerbitkan ketiga tulisan ini.

Tanggapan terhadap Yonky Karman (YK)

Dalam tulisan tanggapannya, YK tampak jelas menyatakan bahwa saya memandang sejarah bisa ditulis obyektif seratus persen, yang menurutnya tidak mungkin bisa dilakukan karena dalam penulisan sejarah prasuposisi si sejarawan selalu berperan. Hemat saya, dalam hal ini YK telah tidak cermat membaca tulisan saya yang lalu (Kompas, 31 Mei 2007), yang di dalamnya dengan terang saya menyatakan, “[J]elas tidak ada uraian sejarah yang obyektif sepenuhnya, dan selalu akan ada faktor subyektif dari si sejarawan yang ikut berperan.” YK dengan tajam juga menyatakan, “Penganjur Yesus sejarah mengklaim berhasil merekonstruksi Yesus yang historis dan obyektif. Padahal, rekonstruksi itu didorong isu-isu kontroversial di masa modern, bukan kontroversi religius dan politis semasa Yesus hidup. Kontroversi modern dimasukkan ke dalam rekonstruksi itu. Yesus dikeluarkan dari lingkungan sosial-Nya dan masuk ke dalam perdebatan modern.” Hemat saya, pernyataan tajam YK ini menunjukkan dirinya tidak mengetahui betul apa yang telah dan sedang dilakukan oleh para peneliti Yesus sejarah dewasa ini.

Penulisan Sejarah dan Penelitian Makam keluarga Yesus

Penulisan Sejarah dan Penelitian Makam keluarga Yesus

Tulisan saya di lembaran Bentara Kompas, 5 April 2007, yang berjudul Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus, telah menyulut berbagai kontroversi dan reaksi meluas. Sebuah tanggapan terbuka terhadap tulisan itu, berjudul Historisasi Makam Kosong Yesus, telah dimuat di lembaran yang sama dalam koran yang sama pada 5 Mei 2007, ditulis oleh Deshi Ramadhani, seorang dosen tafsir Perjanjian Lama dari STF Driyarkara, Jakarta. Berikut ini (sudah terbit di Bentara Kompas, 31 Mei 2007) adalah sebuah tanggapan terhadap tulisan Deshi Ramadhani ini.

Penulisan sejarah

Jika ilmu sejarah dipahami dalam pengertian modern, penulisan sejarah adalah penulisan tentang sebuah peristiwa di masa lampau yang asal-usul kejadiannya harus dicari hanya pada penyebab-penyebab empiris natural, sosiologis dan kultural.
Penulisan sejarah bukanlah penulisan sebuah teologi.
Di dalam teologi (khususnya di dalam agama-agama monoteistik), penyebab-penyebab sebuah kejadian dalam dunia dijelaskan tidak terlepas dari keterlibatan Allah di dalamnya, keterlibatan faktor non-empiris supernatural, non-sosiologis dan non-kultural. Adalah asumsi dasariah dalam teologi bahwa Allah bertindak dalam kehidupan dunia manusia; teologi hanya bisa dijalankan jika asumsi ini diterima. Sedangkan asumsi dasariah dalam penulisan sejarah adalah segala sesuatu dapat terjadi dalam dunia ini hanya karena sebab-sebab empiris natural, sosiologis dan kultural. Jikalau seorang sejarawan menulis sebuah uraian sejarah dengan ke dalamnya ia melibatkan intervensi Allah ke dalam dunia kodrati, maka ia berhenti menjadi seorang sejarawan, berubah menjadi seorang teolog, dan karya tulisnya berubah menjadi sebuah teologi. Beberapa ilustrasi dapat diajukan.

Historisasi Makam Kosong Yesus

Historisasi Makam Kosong Yesus

Kesimpulan bahwa kebangkitan Yesus dari kematian seperti yang dikatakan Injil adalah sebuah metafora belaka, yang didasarkan pada temuan makam dengan tulang-belulang di Talpiot yang diduga adalah Yesus yang dipercaya umat Kristiani, terlalu dini. Sebuah metafora yang bergerak hanya dalam ranah subyektif, bukan obyektif. 
Pilihannya antara prinsip "yang ajaib pasti tidak historis" atau "yang ajaib bisa sungguh historis".

Kontroversi belakangan ini tentang makam keluarga Yesus dan kepastian kebangkitan-Nya dengan seluruh tubuh perlu ditempatkan dalam gambar besar penelitian kisah- kisah ajaib di dalam Alkitab. Usaha untuk menjelaskan secara ilmiah hal-hal ajaib yang dikisahkan dalam Alkitab bukanlah hal baru. Hal ini sudah banyak dilakukan, baik terhadap Perjanjian Lama (misalnya, sepuluh tulah atau kutuk yang menimpa bangsa Mesir sebelum orang Israel akhirnya pergi meninggalkan Mesir) maupun Perjanjian Baru (misalnya, Yesus yang berjalan di atas air atau Yesus yang meredakan badai ganas di danau). Usaha ini memperlihatkan sikap tertentu terhadap kisah ajaib dalam Alkitab dalam kaitan dengan dimensi historis kejadian-kejadian itu.