Kebiasaan Umum yang Menyalahi Sunnah dan Membahayakan Kesehatan

Kebiasaan Umum yang Menyalahi Sunnah dan Membahayakan Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu karunia terindah dari Allah SWT yang sering terabaikan. Pada hal semestinya kita mensyukurinya dengan senantiasa menjaganya semaksimal mungkin. Bukankah pencegahan lebih baik dari pada pengobatan? Tapi mengapakah kita tidak pernah memperdulikannya dengan tetap melakukan kebiasan-kebiasaan buruk yang sedikit atau banyak membahayakan kesehatan kita?

Ketahuilah, Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi kehidupan kita termasuk kesehatan. Betapa banyak ayat al Qur’an ataupun Hadits Rasul SAW yang berkaitan dengan kesehatan, seperti : perintah untuk memakan makanan yang halal dan thayyib, perintah puasa agar sehat, larangan meniup makanan yang masih panas, dan lain sebagainya. Segala perintah atau larangan tersebut memiliki hikmah tersendiri yang perlu kita ketahui, seperti larangan meniup makanan yang masih panas. Ternyata meniup makanan yang masih panas dapat membahayakan kesehatan kita.

Nabi Muhammad Juga Tidak Bisa Adil

Nabi Muhammad Juga Tidak Bisa Adil

Kalau ditanya siapa yang senang dengan adanya konsep poligami?, pasti jawabannya adalah kaum laki-laki. Sedangkan siapa yang paling tidak suka?, pasti dengan serempak para kaum hawa akan menjawab ‘kami’. Ini memang salah satu konsep yang masih menimbulkan masalah, bahkan pro-kontra. Setidaknya masalah itu dikarenakan ada yang tidak suka dan ada yang suka. Disamping juga pada penerapannya masih terjadi banyak masalah, terutama dalam masalah keadilan di antara para istri.

Ada yang berpendapat, tentang legalitas poligami ini sudah final, dalam arti memang sudah legal secara agama. Tinggal bagaimana dalam penerapannya tidak menimbulkan masalah. Mengingat hukum islam itu ditetapkan dalam rangka kemaslahatan. Sedangkan menurut yang lain, legalitas poligami ini masih dipertanyakan. Misalnya yang menjadi alasan adalah masalah keadilan yang menjadi syarat adanya poligami. Sementara di salah satu ayat Allah sudah menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu adil.

Sepak Terjang Ahmad Fathanah dan Wanita-wanitanya

Sepak Terjang Ahmad Fathanah dan Wanita-wanitanya

Fathanah Korupsi, bagaimana Islam?
Masih teringat segar dalam ingatan kita beberapa waktu lalu harga daging sapi melonjak naik. Ternyata berselang kemudian, terbukti ada penyimpangan dalam impor sapi. Yang lebih menghebohkan lagi, tersangka di balik penyimpangan ini adalah salah seorang pimpinan parpol yang berasaskan Islam dan selalu menyuarakan untuk formalisasi Syari’ah sebagai undang-undang negara. Sontak ini menjadi pukulan telak bagi partai yang digembar-gemborkan sebagai partai bersih, sebersih baju kebesaran mereka yang berwarna putih.

Kehebohan ini tidak selesai sampai di situ, masih ada lagi yang akan membuat orang lain tercengang ketika mengetahuinya. Ya, namanya Ahmad Fathanah, seseorang yang terlibat dalam kasus ini yang menyeret ketua DPP PKS ke penjara. Tapi kehebohannya bukan terletak pada keterlibatannya ini. Melainkan terletak bersama siapa saja dia dekat dan semuanya berhubungan dengan kasus korupsi. Dan setelah dilacak, ada perempuan-perempuan cantik di balik semua ini. Bahkan, Ahmad Fathanah yang digerebek oleh KPK di sebuah kamar hotel saat sedang bersama salah satu Mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, namanya Maharani.

Memahami dan Menyikapi Lahirnya Aliran-aliran Keagamaan di Indonesia

Memahami dan Menyikapi Lahirnya Aliran-aliran Keagamaan di Indonesia

siapakah yang sesat sebenarnya?

Memahami Fenomena Pen-sesat-an (Tadhlil) dan Peng-kafir-an (Takfir) Di Indonesia

Oleh : Abd. Djalal[1]

Pendahuluan

Era reformasi di Indonesia yang diproklamirkan beberapa saat setelah tumbangnya rezim orde baru telah membukakan kran bagi kebebasan pada hampir semua lini kehidupan, baik politik, budaya, maupun agama. Di bidang politik, kebebasan ini ditandai dengan munculnya 90-an partai yang ikut pemilu pada tahun 1999 dan 40-an partai yang ikut pemilu pada tahun 2004. Kreasi dan ekspresi budaya juga menemukan kebebasannya pada era ini, sehingga menimbulkan pro-kontra antara paradigma art for art dengan paradigma art for value and responsibility. Demikian pula dalam kehidupan keagamaan, kran kebebasan tersebut menumbuhsuburkan lahirnya berbagai aliran dan pemahaman keagamaan “baru” yang tidak hanya berakibat pro-kontra, tetapi juga dapat memicu sikap saling menyesatkan (tadhlil) dan mengkafirkan (takfir) satu sama lain, dan pada gilirannya berujung pada kekerasan atas nama agama.

Sweeping Syariat Islam

Sweeping Syariat Islam

Aceh Gelar Sweeping Syariat Islam, Celana Ketat Jadi Sasaran
muslimah dengan celana ketat

Gabungan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) dan TNI-Polri melakukan sweeping Syariat Islam di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Selasa (17/12/2013).

Larangan Ngangkang Hanya Sebatas Imbauan

Larangan Ngangkang Hanya Sebatas Imbauan

Pada 7 Januari 2013 lalu masyarakat Aceh dan juga Indonesia, terutama warga Kota Lhokseumawe terkejut dengan imbauan pemkot yang meminta warga Lhokseumawe untuk tidak duduk ngangkang bagi perempuan ketika membonceng sepeda motor. Himbauan ini yang ditegaskan oleh pemkot akan dijadikan perda dan akan diawasi oleh WH hingga sekarang masih sebatas himbauan. Di perempatan jalan kota Lhokseumawe disematkan spanduk tentang larangan ini seperti gambar diatas, namun realitanya tidak satupun yang menghiraukan. Bahkan WH pun tidak ada bertugas menangani masalah ini.
wanita dilarang boncengan ngangkang
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe mengharapkan agar mengevaluasi kembali himbauan ini. 

Syariat Islam Mendiskriminasi Perempuan

Syariat Islam Mendiskriminasi Perempuan

Ini merupakan judul yang menarik menurut saya untuk bahas. Mengapa?
Ketika syariat Islam mulai ditegakkan di Aceh, kaum perempuan dan LSM-LSM kerap menyatakan pendapat negatif bahwa syariat Islam itu tidak relevan dengan zaman sekarang dan merugikan kaum perempuan. 

muslimah harusnya mengetahui tentang Islam
Nah, apakah Islam mendiskriminasi perempuan?
Baiklah mari kita mulai membahas dari hal yang terkecil dahulu. "Suara perempuan", dalam Islam itu aurat. Alasannya adalah suara perempuan itu merupakan sesuatu yang menarik perhatian para lawan jenisnya. 

Berarti dalam Islam perempuan dilarang mengeluarkan suara?

Tentu tidak demikian pemaknaannya, Anda bisa menilainya sendiri ketika perempuan bersuara itu seperti apa rasanya tapi jangan nilai suara perempuan yang muhrim Anda ya, karena itu lain bahasannya. Sebenarnya adalah Islam memiliki aturan tentang suara perempuan, menurut jumhur ulama suara perempuan bukanlah aurat jika perempuan itu berbicara dengan sopan dan beretika (tidak mengundang nafsu dari lawan jenis).