Hukum onani dalam Islam

Hukum onani dalam Islam

Nikah adalah sunnah Rosululloh yang mulia. dengan nikah kesucian seseorang akan terjaga. pandangan dan syahwatnya akan terarah baik. ini bukti bahwa islam adalam agama yang sangat menjaga kesucian dan sangat memperhatikannya.

Di antara penoda kesucian seseorang adalah melakukan ONANI atau MASTURBASI. kebiasaan ini adalah kebiasaan buruk lagi tercela dalam islam. Tidak sepantasnya seorang muslim dan muslimah melakukan kebiasaan ini. dan jika ada yang masih melakukannya maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Alloh dan meninggalkan perbuatan tercela tersebut dan jika mampu untuk menikah maka menikahlah karena nikah merupakan obat manjur dan jika tidak mampu maka sering-seringlah berpuasa.

Sebagai muslim mari kita simak hukum onani dan masturbasi dalam islam berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah agar kita menjadi hamba yang mulis di sisi Alloh ta’ala.

Hukum Nikah Mut’ah Dalam Pandangan Islam

Hukum Nikah Mut’ah Dalam Pandangan Islam

Islam adalah agama yang menjaga kemuliaan Manusia. Seluruh syari’at yang ditetapkan dalam Islam mengandung manfaat dan memuliakan manusia. Dan setiap yang membahayakan manusia diharamkan dalam Islam. Di antara bentuk kemuliaan Islam adalah menganjurkan pernikahan. Nikah disyari’atkan dalam Islam dalam bentuk memuliakan manusia agar merasakan ketentraman, kasih sayang dan menjaga keturunan serta kesucian.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Rum ayat 21:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

ADAM bukan Manusia pertama versi Kristen

ADAM bukan Manusia pertama versi Kristen

Kitab Kejadian 1-2 alkitab

Sebelum kita sampai kepada Adam dan Menantunya..Ada baiknya kita lihat selintas bagaimana Allah versi Kristen berbicara mengenai Penciptaan Langit, Bumi hingga Adam.

Pengantar Penciptaan disebutkan di Kejadian 1:1, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, setelah itu baru diceritakan detail penciptaannya, yaitu:

Hari ke-1

Bumi itu sudah ada pada awalnya, gelap gulita, isi bumi semua adalah air, tidak ada apapun selain air, roh Allah melayang diatas permukaan air, kemudian diciptakan Siang, diciptakan malam dan jadilah itu Petang dan pagi di Hari ke-1 [Kej 2-5]
Note:
kalimat utama yang perlu diperhatikan adalah Bumi itu ternyata sudah ada saat itu, ada siang, dan malam dan saat menyatakan siang dan malam tidak ada matahari, bulan dan Bintang!

Bumi sudah ada sebelumnya di Hari pertama!

Tidak ada penjelasan yang menciptakan air itu siapa! Ini juga mengindikasikan bahwa air dan roh allah(allah) diciptakan oleh Sesuatu yang lain (Tuhan) di hari 1 bukti:

  1. Samudera raya sudah ada dan tidak ada kata menciptakan
  2. ada roh allah (allah) melayang!

Tuhan Penjahat No.1

Tuhan Penjahat No.1

Gubernur Jawa Timur saat diwawancara berkata, " Memang semua iniadalah kelalaian PT.Lapindo. Tapi sewajarnya kita bisa menyikapi dengan positive, karena ujian dan semua cobaan yg ditimpakan kepada bangsa ini, adalah kehendak Tuhan".

Ketika penyanyi Muksin Al-atas digugat orang tua yg anaknya meninggal tertabrak mobilnya, dia berkata, "Sabar pak, saya gak bisa mengembalikan nyawa anak bapak. Saya mesti bilang apalagi, semua sudah Takdir Tuhan".

Saya pernah ngobrol dengan Om Zenul, paman saya yg 10 tahun nganggur terkena PHK. Usaha warungnya selalu buka tutup. odalnya terus selalu kemakan. "Yaaah.. ndry... mo ngomong ape lagi kite..Abisnye dulunye kite ude salah teken kontrak ame Tuhan disononye".

pendapat dan wawancara tentang Temuan Kontroversi Makam Keluarga Yesus

Temuan Kontroversi Makam Keluarga Yesus

Berikut merupakan Tanya-Jawab (Debat) antara Ioanes Rakhmat dengan Herlianto tentang Makam Yesus yang dihimpun oleh Jaringan Islam Liberal. 
IR = Ioanes Rakhmat, 
Her = Herlianto

IR: Baru permulaan saja nama saya sudah salah ditulis. Yang benar adalah: Ioanes Rakhmat. Jadi, saya pesimistik dari awal kalau tanggapan sdr. Herlianto ini akan berisi ketepatan dan kebenaran.

Her: Menyedihkan sekali kalau seorang doktor menggeneralisasikan sebuah kekeliruan tulis 'kh'dengan 'ch' dengan ketepatan dan kebenaran dalam menulis diskusi ilmiah (saya teringat obrolan di warteg: Suharto menggunakan kata 'daripada' saja nggak ngerti, gimana dia bisa jadi negarawan?). 
Generalisasi semacam inilah yang sering terlihat dalam tulisan-tulisan IR. Yang menarik lagi adalah keliru satu hurufh namanya 'kh' disebut 'ch' saja sudah alergi padahal bisa begitu saja mengidentikkan 'mariamene' dengan 'mariamne' (kurang satu huruf e dalam Acts of Philip), padahal itu asumsi yang belum dibuktikan!

Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus

Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus

Menarik membaca 'Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus' yang dimuat di harian Kompas, 5 April, yang ditulis sdr. Ioanes Rachmat, hanya perlu dikoreksi karena banyak informasinya tidak lengkap dan akurat.
Menarik juga untuk mencermati beberapa sanggahan yang ditulis oleh Pak Herlianto (www.yabina.org) yang juga termuat di Kompas bagian surat pembaca.
(Ini surat pembaca yang dikirimkan ke harian Kompas)

Menarik membaca 'Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus' yang dimuat di harian Kompas, 5 April, yang ditulis sdr. Ioanes Rachmat, hanya perlu dikoreksi karena banyak informasinya tidak lengkap dan akurat.

Disebutkan bahwa Mariamene e Mara adalah Maria Magdalena, ini asumsi prematur, soalnya tidak ada buktinya. Memang dalam Kisah Filipus ada nama Mariamne, tapi disitu disebut bahwa ia saudara Filipus, ikut menginjil dan membaptis dan menganut sekte yang asketik, dan melakukan selibat, jadi beda. Ini menunjukkan bahwa tulisan ini langsung dibangun di atas landasan asumsi yang dipercaya penulisnya sebelum terbukti.

Dari Epistemologi Historis, Kembali Ke Makam Keluarga Yesus

Dari Epistemologi Historis, Kembali Ke Makam Keluarga Yesus

Catatan pengantar

Tulisan di bawah ini adalah sebuah tanggapan Ioanes Rakhmat terhadap tulisan Yonky Karman (YK), Menimbang Historiografi Keagamaan, dan tulisan Deshi Ramadhani (DR), Mendisiplinkan Faktualitas Makam Yesus. Tulisan-tulisan YK dan DR ini (yang dapat diminta langsung pada penulis masing-masing) merupakan tanggapan-tanggapan terhadap tulisan Ioanes Rakhmat sebelumnya, Penulisan Sejarah dan Penelitian Makam Keluarga Yesus, yang telah terbit dalam lembaran Bentara Kompas 31 Mei 2007. Karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, pihak Kompas sampai kini (22 Januari 2008) belum bisa menerbitkan ketiga tulisan ini.

Tanggapan terhadap Yonky Karman (YK)

Dalam tulisan tanggapannya, YK tampak jelas menyatakan bahwa saya memandang sejarah bisa ditulis obyektif seratus persen, yang menurutnya tidak mungkin bisa dilakukan karena dalam penulisan sejarah prasuposisi si sejarawan selalu berperan. Hemat saya, dalam hal ini YK telah tidak cermat membaca tulisan saya yang lalu (Kompas, 31 Mei 2007), yang di dalamnya dengan terang saya menyatakan, “[J]elas tidak ada uraian sejarah yang obyektif sepenuhnya, dan selalu akan ada faktor subyektif dari si sejarawan yang ikut berperan.” YK dengan tajam juga menyatakan, “Penganjur Yesus sejarah mengklaim berhasil merekonstruksi Yesus yang historis dan obyektif. Padahal, rekonstruksi itu didorong isu-isu kontroversial di masa modern, bukan kontroversi religius dan politis semasa Yesus hidup. Kontroversi modern dimasukkan ke dalam rekonstruksi itu. Yesus dikeluarkan dari lingkungan sosial-Nya dan masuk ke dalam perdebatan modern.” Hemat saya, pernyataan tajam YK ini menunjukkan dirinya tidak mengetahui betul apa yang telah dan sedang dilakukan oleh para peneliti Yesus sejarah dewasa ini.