Kisah Hewan-Hewan Terbaik di Zaman Nabi

Kisah Hewan-Hewan Terbaik di Zaman Nabi

Teman-teman pasti pernah mendengar cerita hewan-hewan di zaman nabi, hewan-hewan itu sungguh di utus oleh Allah swt. Untuk berbuat kebajikan, tapi ada pula yang tak menjalankannya. Tapi, teman-teman tahu nggak hewan-hewan yang terbaik yang di ceritakan dalam Al-Quran, karena kebaikan dan mengerjakan tugasnya. Berikut ini kisah hewan-hewan dalam zaman Nabi

Seekor Sapi Merah

Saat Bani Israil kebingungan mencari sebab meninggalnya seseorang, mereka meminta bantuan kepada Nabi Musa. “Nabi Musa, bisakah kau beritahukan kami sebab meninggalnya orang ini?” tanya mereka. Nabi Musa meminta petunjuk pada Allah swt. Ia berdoa dengan bersungguh-sungguh. Allah menjawab doa Nabi Musa dengan memerintahkannya untuk menyembelih seekor sapi. Maka di suruhlah kaum Bani Israil menyembelih seekor sapi yang berwarna kuning kemerah-merahan, tidak pernah di gunakan untuk bekerja, tidak cacat dan tidak belang. Bani Israil menemukan sapi tersebut, mereka membelinya dengan emas seberat tubuh sapi tersebut. Sapi itupun di sembelih dan dagingnya dilemparkan ke tubuh jenazah tadi. Atas kekuasaan Allah, jenazah itu terbangun dan memberitahukan sebab kematiaannya. Setelah itu, Allah kembali mematikannya.

Cegah ZINAH maka peliharalah BUDAK sexy

Cegah ZINAH maka peliharalah BUDAK sexy


POLITIKUS KUWAIT: CEGAH ZINAH, PELIHARALAH BUDAK SEKS!
TEMPO.CO, Kuwait City - Boleh jadi politikus perempuan dari Kuwait, Salwa al-Mutairi, paham betul betapa laki-laki kebanyakan memiliki syahwat seksual yang kerap kali tak terbendung. Oleh sebab itu, ia mengusulkan satu resep jitu agar para lelaki di negaranya tidak terjerumus godaan sehingga berzinah dengan pembantu, gadis, atau istri orang.

Hikmah Menggauli BUDAK Perempuan dalam Islam

Hikmah Menggauli BUDAK Perempuan dalam Islam

Dalam Qur’an, tuhannya Muhammad menghalalkan untuk berhubungan seks dengan budak-budak wanita. ini terkandung dalam dalil berikut ini:

Dalam Al-Quran surah Al-Mu'minun ayat 5-6 mengatakan:


وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, (QS 23:5)

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS 23:6)

[Terutama orang-orang beriman] . . . dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada bercela (Bandingkan: Sayyid Abul A’La Maududi, The Meaning of the Quran, vol. 3, h.237).

Harus diperhatikan bahwa Al-Quran Surah Al-Ma'arij ayat 29-30,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, (QS 70:29)

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS 70:30)

Al-Ma'arij ayat 29-30 ini yang juga diwahyukan di Medina, menggunakan kata-kata yang hampir identik dengan Al-Mu'minun ayat 5-6. Para pria harus menjaga kemaluan mereka dari semua orang kecuali para istri dan para budak perempuan mereka; yang berarti bahwa pria boleh berhubungan seks dengan para wanita dari kedua “kategori” tersebut (perkataan Maududi).

Budak Perempuan Sebagai Properti Seksual Dalam Quran

Budak Perempuan Sebagai Properti Seksual Dalam Quran

Maukah anda menganut sebuah agama yang mengijinkan pria untuk berhubungan seks dengan para budak perempuan mereka selama perempuan-perempuan itu diperbudak – jika agama ini meneguhkan tindakan tersebut dalam kitab sucinya?

Umumnya, kebanyakan orang di Barat (dan di tempat-tempat lain) yang berpaling kepada Islam adalah kaum wanita. Saya baru saja mendapat surat elektronik dari seorang wanita Muslim yang mengatakan bahwa ia memeluk Islam 2 tahun yang lalu.

Akankah para wanita melakukan hal ini jika mereka mengetahui SEGALA hal mengenai agama ini?

Para wanita yang waras harus berhenti dan berpikir dua kali sebelum mengambil langkah yang serius seperti itu (tetapi sebaliknya jika mereka meninggalkan Islam, maka – di banyak negara Islam – mereka akan dihukum mati).

Sorga dalam Al Quran Surah Al-Maidah dan Al-An'am

Sorga dalam Al Quran Surah Al-Maidah dan Al-An'am


dalam Al-Quran Surah Al-Maidah terdapat 5 ayat yang mengandung kata Surga dan 1 ayat di surah Al-An'am. adapun ayat-ayat al_quran tersebut diantaranya:

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنتُم بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. (QS 5:12)

Sorga dalam Al Quran Surah Al-Imran dan An-Nisa

Sorga dalam Al Quran Surah Al-Imran dan An-Nisa

berikut ini ayat - ayat Al-Quran yang mengandung kata SURGA, diantaranya di surah Al-Imran sebanyak 9 ayat dan An-Nisa sebanyat 7 ayat. adapun ayat-ayat Al_Quran tersebut diantaranya:

Sorga dalam Al Quran di Surah Al-Imran ayat 14, 15, 107, 133, 136, 142, 185, 195 dan 198. 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS 3:14)

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS 3:15)

Perempuan dan Wanita dalam Al Quran An-Nisa

Perempuan dan Wanita dalam Al Quran An-Nisa

dalam Al Quran terutama surah An-Nisa, terdapat 1 ayat yang memuat kata "perempuan" dan 14 ayat mengandung kata wanita. adapun ayat-ayat al-quran tersebut diantaranya:

Perempuan dalam Al-Quran An-Nisa ayat 3

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS 4 :3)

Wanita dalam Al-Quran An-Nisa ayat 4, 7, 15, 19, 22, 24, 25, 32, 34,75, 98, 124, 127 dan 128

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (QS 4 :4)