Sadis! Waria Muslim Aniaya Warga Hingga Tewas

Sadis! Waria Muslim Aniaya Warga Muslim Hingga Tewas

Seorang warga dianiaya hingga tewas oleh waria. Waria yang biasa mangkal dekat salah satu rumah sakit di kawasan Pasar Jambi itu jengkel. Kapolsek Jambi Timur Kompol M Zuhairi mengatakan waria bernama Rustam alias Tamara (36 tahun) berhasil diamankan pada Jumat (28/2) setelah menganiaya korbannya hingga meninggal dunia.

Hasil pengakuan kepada polisi, Tamara melakukan penganiayaan terhadap Budiono (31) setelah pelaku ditegur dan ditendang oleh korban di lokasi mangkalnya pelaku.

35 Anak di Lombok Jadi Korban Pemerkosaan

35 Anak di Lombok Jadi Korban Pemerkosaan

makin banyaknya korban pemerkosaan
Sebanyak 35 anak korban perkosaan se-Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, masuk dalam daftar anak membutuhkan perlindungan khusus (AMPK), dan tidak bisa diabaikan.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB H Badarudin saat melakukan pertemuan dengan pengurus LPA se-Lombok di Mataram, Selasa, menjelaskan para korban perkosaan tersebut mendapat dana pembinaan sebesar Rp1,5 juta per orang per tahun.

Dalam pertemuan yang dibuka Sekda Kota Mataram H Lalu Makmur Said, dia menjelaskan dana itu dipergunakan untuk biaya pemulihan anak, pendidikan serta keperluan lainnya.

Terhadap kasus kekerasan terhadap anak terutama perkosaan pelakunya tetap dilanjutkan ke meja hijau, sementara korban dibina oleh keluarga dengan mendapat pendamping dari LPA.

pura-pura ngobati, Ustadz Perkosa Anak Bawah Umur

pura-pura ngobati, Ustadz Perkosa Anak Bawah Umur

nasib anak-anak muslim setelah diperkosa

Pura-pura Hendak Mengobati, Ustaz di Bekasi Malah Perkosa Gadis di Bawah Umur

Alih-alih melakukan pengobatan terhadap gadis berusia 17 tahun, seorang ustaz di Bekasi justru memperkosa korban. Sang ustaz pun ditangkap aparat Polres Bekasi Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.

Kasubag Humas Polres Bekasi AKP Siswo saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersangka.

"Benar, pelaku sudah ditangkap dan serkarang sedang diperiksa penyidik PPA Polres Bekasi," kata Siswo, Minggu (23/2/2014).

Fatwa haram air kemasan di Munas Majelis Tarjih Muhammadiyah

Fatwa haram air kemasan di Munas Majelis Tarjih Muhammadiyah

Fatwa MTM: Air Dalam Kemasan HARAM
Ketua PP Muhammadiyah yang kini juga menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin kemarin berbicara lantang. Dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah, Din mendesak pemerintah segera mencabut izin perusahaan air kemasan. Menurut dia, air seharusnya dikuasai negara dan tidak boleh diprivatisasi. Jika air diprivatisasi, dia menilai air kemasan yang dijual hukumnya haram.

"Air kemasan tidak boleh diserahkan ke swasta apalagi swasta asing. Air itu seharusnya dikuasai negara," ungkap Din Syamsuddin dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke 28 di Palembang, Jumat (28/2) kemarin.

Muhammadiyah, menurut Din saat ini tengah berjuang dalam menggugat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. UU tersebut dianggap membuka peluang privatisasi dan komersialisasi air. Apalagi pengelolaan air tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta asing.

Pria Saudi ikat putrinya ke jendela rumah hingga tewas

Pria Saudi ikat putrinya ke jendela rumah hingga tewas

Pria Arab Saudi yang sudah bercerai mengaku menyiksa ketiga anak perempuannya hingga salah satu tewas.

Dalam surat kabar Al-Watan hari ini dikatakan pria itu mengikat dua putrinya ke jendela rumah dan satu putrinya berusia tiga tahun diikat ke pintu. Ketika dia pulang salah satu anaknya itu sudah tewas, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (2/3).


Dia kemudian membawa mayat anaknya bernama Reem itu ke rumah sakit hingga petugas rumah sakit melapor ke polisi.

'Ayam Kampus' Tetap Ada walaupun di Perguruan Tinggi Agama Islam

'Ayam Kampus' Tetap Ada walaupun di Perguruan Tinggi Agama Islam

prostitusi yang islami dalam alquran disebut BUDAK
Kedapatan check in bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien saat digerebek penyidik KPK, Selasa malam lalu, membuat sejumlah mahasiswa Universitas Prof. Dr Moestopo Beragama (UPDM) menghakimi Maharani Suciono (19) sebagai ayam kampus.

"Ayam kampus kan cuma istilah saja. Kalau masalah di Moestopo ada atau enggak, saya enggak tahu. Tapi itu kan karena pergaulan dan pribadi orangnya saja, bukan karena kampusnya," ujar Nova, salah seorang mahasiswi Moestopo semester VII, Kamis (31/3/2013).

Mengintip Kehidupan "Ayam Kampus" di Sela-Sela Malam Ibu Kota

Mengintip Kehidupan "Ayam Kampus" di Sela-Sela Malam Ibu Kota

Tak ada yang berbeda dari pakaian seorang mahasiswi di bilangan Jakarta Pusat ini. Dengan kemeja putih serta celana jeans, mahasiswi berparas cantik ini betah nongkrong di salah satu cafe di bilangan Jakarta Selatan.

Sesekali jemarinya memainkan telefon genggamnya, entah untuk mengalihkan pandangan atau memang mengunggu seseorang. Tak lama kemudian kopi hangatpun disuguhkan sang pelayan cafe.

Seorang pria dengan berpakaian rapih pun menghampirinya. Sesaat kemudian, dia asyik berbincang dengan lelaki paruh baya tersebut. Selang 30 menit kemudian, dia pun beranjak pergi dengan lelaki tersebut.