Al-Anbiyaa ayat 30
ALLAH bukan Pencipta tapi penemu BUMI Islam
Surat Al Anbiyaa ayat 30, menjelaskan awal mula keadaan Bumi dan langit saat ditemukan Allah:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Atau tidakkah (awa+lam) dilihat (yara) oleh para orang (alladhīna) kafir (kafarū) bahwa ("سِتَّةِ", anna) para langit ("السَّمَاوَاتِ", al-samāwāti) dan bumi ("وَالْأَرْضَ", wal-arḍa) dahulunya ("كَانَتَا", kānatā) suatu yang padu ("رَتْقًا", ratqan), kemudian dipisahkan keduanya ("فَفَتَقْنَاهُم", fafataqnāhumā). Dan menjadikannya (wajaʿalnā) dari air setiap (kulla) sesuatu (shayin) kehidupan (ḥayyin). Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? [QS 21:30]
Note:
Perhatikan dengan baik ayat ini, TIDAK ADA dinyatakan bahwa langit dan bumi yang padu itu diciptakan. Sangat jelas termaktub bahwa langit bumi DITEMUKAN Allah dahulunya dalam keadaan berpadu! Ini juga merupakan hal berikutnya yang telah ada dan bukan merupakan ciptaan Allah.
![]() |
| Tanwir Al-miqbas min tafsir ibn 'Abbas untuk surat Al-Anbiyaa ayat 30 |


