Penulisan Sejarah dan Penelitian Makam keluarga Yesus

Penulisan Sejarah dan Penelitian Makam keluarga Yesus

Tulisan saya di lembaran Bentara Kompas, 5 April 2007, yang berjudul Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus, telah menyulut berbagai kontroversi dan reaksi meluas. Sebuah tanggapan terbuka terhadap tulisan itu, berjudul Historisasi Makam Kosong Yesus, telah dimuat di lembaran yang sama dalam koran yang sama pada 5 Mei 2007, ditulis oleh Deshi Ramadhani, seorang dosen tafsir Perjanjian Lama dari STF Driyarkara, Jakarta. Berikut ini (sudah terbit di Bentara Kompas, 31 Mei 2007) adalah sebuah tanggapan terhadap tulisan Deshi Ramadhani ini.

Penulisan sejarah

Jika ilmu sejarah dipahami dalam pengertian modern, penulisan sejarah adalah penulisan tentang sebuah peristiwa di masa lampau yang asal-usul kejadiannya harus dicari hanya pada penyebab-penyebab empiris natural, sosiologis dan kultural.
Penulisan sejarah bukanlah penulisan sebuah teologi.
Di dalam teologi (khususnya di dalam agama-agama monoteistik), penyebab-penyebab sebuah kejadian dalam dunia dijelaskan tidak terlepas dari keterlibatan Allah di dalamnya, keterlibatan faktor non-empiris supernatural, non-sosiologis dan non-kultural. Adalah asumsi dasariah dalam teologi bahwa Allah bertindak dalam kehidupan dunia manusia; teologi hanya bisa dijalankan jika asumsi ini diterima. Sedangkan asumsi dasariah dalam penulisan sejarah adalah segala sesuatu dapat terjadi dalam dunia ini hanya karena sebab-sebab empiris natural, sosiologis dan kultural. Jikalau seorang sejarawan menulis sebuah uraian sejarah dengan ke dalamnya ia melibatkan intervensi Allah ke dalam dunia kodrati, maka ia berhenti menjadi seorang sejarawan, berubah menjadi seorang teolog, dan karya tulisnya berubah menjadi sebuah teologi. Beberapa ilustrasi dapat diajukan.

Historisasi Makam Kosong Yesus

Historisasi Makam Kosong Yesus

Kesimpulan bahwa kebangkitan Yesus dari kematian seperti yang dikatakan Injil adalah sebuah metafora belaka, yang didasarkan pada temuan makam dengan tulang-belulang di Talpiot yang diduga adalah Yesus yang dipercaya umat Kristiani, terlalu dini. Sebuah metafora yang bergerak hanya dalam ranah subyektif, bukan obyektif. 
Pilihannya antara prinsip "yang ajaib pasti tidak historis" atau "yang ajaib bisa sungguh historis".

Kontroversi belakangan ini tentang makam keluarga Yesus dan kepastian kebangkitan-Nya dengan seluruh tubuh perlu ditempatkan dalam gambar besar penelitian kisah- kisah ajaib di dalam Alkitab. Usaha untuk menjelaskan secara ilmiah hal-hal ajaib yang dikisahkan dalam Alkitab bukanlah hal baru. Hal ini sudah banyak dilakukan, baik terhadap Perjanjian Lama (misalnya, sepuluh tulah atau kutuk yang menimpa bangsa Mesir sebelum orang Israel akhirnya pergi meninggalkan Mesir) maupun Perjanjian Baru (misalnya, Yesus yang berjalan di atas air atau Yesus yang meredakan badai ganas di danau). Usaha ini memperlihatkan sikap tertentu terhadap kisah ajaib dalam Alkitab dalam kaitan dengan dimensi historis kejadian-kejadian itu.

Makam Keluarga YESUS di Talpiot Jerusalem

Makam Keluarga YESUS di Talpiot Jerusalem

Temuan makam keluarga Yesus di Talpiot menuntut sebuah kacamata baru memahami teks injil sehubungan dengan fakta historis tentang Yesus.


Makam keluarga Yesus di Talpiot, sebelah selatan Kota Lama Jerusalem, digali dalam kurun 1–11 April 1980 oleh arkeolog Amos Kloner, Yosef Gath, Eliot Braun, dan Shimon Gibson di bawah pengawasan Otoritas Kepurbakalaan Israel (OKI). Di dalamnya ditemukan 10 osuarium (peti tulang terbuat dari batu gamping) berusia tua dari kurun waktu pra-tahun 70 Masehi, akhir Perang Yahudi I melawan Roma. Sejak penggalian itu tidak ada penyelidikan lebih lanjut atas makam ini. Di dalam sebuah film dokumenter BBC/CTVC yang berjudul The Body in Question dan ditayangkan di Inggris pada Minggu Paskah 1996, muncul laporan sangat singkat tentang makam ini. Karena terlalu singkat, laporan ini berlalu begitu saja.

James D Tabor melalui bukunya yang terbit 2006, The Jesus Dynasty,mengangkat kembali signifikansi makam Talpiot bagi studi tentangYesus. Discovery Channel pada 4 Maret 2007 di Amerika Serikat,Kanada, Inggris, Israel, dan Eropa menayangkan sebuah film documenter berjudul The Lost Tomb of Jesus dengan produser pelaksana James Cameron. Tesis yang diajukan film ini: makam Talpiot adalah betul makam keluarga Yesus dari Nazareth . Dalam waktu yang hampir bersamaan (Februari 2007) Simcha Jacobovici dan Charles Pellegrino menerbitkan buku The Jesus Family Tomb: The Discovery, the Investigation, and the Evidence That Could Change History. Tak pelak lagi kontroversi sedunia atas temuan makam Talpiot pun bermunculan. Reaksi sangat keras datang terutama dari kalangan Kristen konservatif evangelis. Sebaliknya, sejumlah pakar lain, seperti John Dominic Crossan dan James Charlesworth, mendukung penuh usaha-usaha penelitian terhadap makam Talpiot. Crossan menandaskan temuan makam Talpiot itu adalah "paku terakhir yang ditancapkan pada peti mati literalisme biblis".

Perkembangan sekarang

Pada penggalian 1980 ditemukan 10 osuarium dari makam Talpiot. Namun, sekarang ini, OKI hanya memiliki sembilan osuarium dari makam Talpiot, satu osuarium dinyatakan telah hilang. Dari sembilan osuarium ini, tiga osuarium di antaranya tidak memiliki inskripsi, sedangkan enam lainnya memuat inskripsi:
(1) "Yesus anak Yusuf" (bahasa Aram ),
(2) "Maria" ( Aram ),
(3) "Mariamene e Mara" ("Maria sang Master"=Maria Magdalena) (Yunani),
(4) "Yoses" ( Aram ),
(5) "Matius" ( Aram ),
(6) "Yudas anak Yesus" ( Aram ).

AgamaMU AgamaKU AGAMA KITA

AgamaMU AgamaKU AGAMA KITA

Sebuah Renungan Spiritual, Bukan Tulisan Ilmiah –Anand Krishna
God is too Bigto be contained in one single container.

Apa yang dirasakan oleh sekuntum bunga yang baru saja mekar? Bahagia.... Kebahagiaan yang tak terjelaskan lewat kata-kata. Itulah pertama kalinya ia mengalami sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang takakan dialaminya lagi. Sesuatu yang terjadi hanya "sekali" saja. Ia bersuka-cita, ia menari dan menyanyi riang..... Ia mengumpulkan para sahabat dan kerabat untuk berbagi berita baik itu dengan mereka: "Lihat, lihat.... Aku telah mekar!"

Apa yang terjadi, How did it happen? Entah apa yang terjadi, entah bagaimana... .. Ia berusaha untuk mejelaskan, tetapi tidak mampu. Ketika Kabir, mistik sufi asal India Utara itu ditanya, "Apa yang kau rasakan saat itu?" Ia menjawab, "Kulihat sungai Ganga yang berbada lebar itu terbakar, dan ikan-ikannya memanjat pohon!"

Nanak, yang kelak akan dikaitkan dengan agama Sikh, salah satu diantara agama-agama baru yang berusia dibawah enam abad, menjawab dengan cara lain: "Aku melihat langit terbelah, dan turun hujan cahaya.....Cahaya Murni!"

Namun, mereka pun menyadari bahwa pengalaman mistik mereka tidak berarti apa-apa jika tidak bermanfaat bagi orang lain. Maka, terpaksa, mereka berusaha untuk meng-"akal"- kan sesuatu yang sungguhnya berada diluar akal, supaya kita dapat memahaminya. Supaya"masuk-akal" kita!

"Agama, dan kitab-kitab suci," kata Murshidku, Sheikh Baba, seorang tukang es di Lucknow (Pusat Peradaban Islam di India Utara), "adalah hasil upaya seperti itu."

Remaja SMP di Riau Kepergok ML di Dalam Lemari

Remaja SMP di Riau Kepergok ML di Dalam Lemari

SMP sudah hobby sex

Astaga! Sepasang Kekasih Remaja SMP di Riau ini Kepergok Bersetubuh di Dalam Lemari

Sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMP kepergok tengah bersetubuh dalam lemari. Kasus inipun dilaporkan ke polisi.

Peristiwa ini terjadi di salah satu kecamatan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Sepasang kekasih yang masih bau kencur ini, sudah nekat jalinan cinta mereka dibarengi hubungan badan.

ABG tersebut adalah sang cowok inisial J usia 15 tahun sedangkan pacarnya inisial Z usia 14 tahun. Tidak tahu pasti sejak kapan keduanya berpacaran.

Kesurupan, Pak Haji Ngamuk dan Rusak Masjid

Kesurupan, Pak Haji Ngamuk dan Rusak Masjid

haji merusak msjid
Haji Slamet, pria berusia 30 tahun, warga Tambak Wedi, Gang Masjid, Surabaya, tiba-tiba mengalami kesurupan dan mengamuk. Dia merusak pintu masjid Nurul Huda yang terletak di perkampungan Tambak Wedi.

Menurut keterangan Sain, warga sekitar, awalnya, Haji Slamet sedang berjalan bersama tiga orang rekannya. Namun, saat di depan masjid dia tiba-tiba mengamuk tanpa alasan yang jelas. “Kata warga dia kesurupan. Dia tendang pintu pagar masjid dan masuk ke masjid. Terus pintu utama masjid dia jebol,” kata Sain.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung emosi dan sempat memukuli Haji Slamet. Akhirnya, warga pun mengamankan dan menyerahkan Haji Slamet ke polisi.

Usai kejadian, Masjid Nurul Huda langsung dijaga ketat aparat kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
sumber 1 2

Al-Quran 2 Versi antara versi cetakan Pemerintah dan MMI

Al-Quran 2 Versi antara versi cetakan Pemerintah dan MMI

Al-Quran yang selama ini beredar ternyata ada 2 versi
Majelis Mujahidin Indonesia mencatat ada 3.226 ayat Al-Quran terjemahan versi pemerintah keliru. Karena itu, MMI menerbitkan sendiri Al-Quran dengan terjemahan versi mereka

MMI menganggap terjemahan Al-Quran versi mereka lebih baik dari terjemahan versi pemerintah. “Sejak Maret 2012 di Aceh dan Sumatera Utara telah terjual 600 eksemplar Al-Quran versi MMI,” kata Ketua MMI Sumatera Utara, Zulkarnain, kepada Tempo, Kamis, 5 Juli 2012.

Zulkarnain menyebutkan, terjemahan Al-Quran versi pemerintah banyak terjadi kekeliruan. “Yang paling fatal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 191, yakni bunuh di mana pun kamu temukan mereka (kafir),” kata Zulkarnain.