Tetragrammaton

Tetragrammaton

YHWH Yahweh Yehuwa Jahowa Jehovah

Tetragrammaton dalam aksara
Paleo-Hebrew/bahasa Fenisia
(abad ke-10 SM sampai 300 M),
bahasa Aram kuno
(abad ke-10 SM sampai abad ke-4 M)
dan aksara kotak Ibrani
(abad ke-3 SM sampai sekarang).
Ditulis dari kanan ke kiri.
Tetragrammaton (Bahasa Yunani: τετραγράμματον kata dengan empat huruf) nama dalam bahasa Ibrani untuk Tuhan, yang dieja (dalam huruf Ibrani); י (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) atau יהוה (YHWH), tetragramaton adalah nama pribadi dari Tuhan orang Israel.

Dari semua nama Tuhan di Perjanjian Lama, Tetragrammaton muncul paling sering, sebanyak 6.500 kali menurut Jewish Encyclopedia, namun menurut Biblica Hebraica dan Biblica Hebraica Stuttgartensia, teks asli dari Tulisan Ibrani yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram, berisi tulisan Tetragrammaton sebanyak 6.828 kali. Banyaknya penulisan Tetragramaton di dalam tulisan tulisan tersebut mengindikasikan rujukan yang lebih pribadi terhadap jatidiri Sang Penguasa. (Berlawanan dengan gelar yang tidak pribadi seperti "Tuhan" atau "Bapa"). Banyak pengkaji Alkitab melihat ini sebagai bukti bahwa penulis Alkitab (dan orang orang Ibrani dan Israel kuno) melihat nama yang direpresentasikan dengan Tetragrammaton sangat penting dan sering digunakan dalam perkataan dan doa-doa sehari-hari. Dan untuk yang percaya bahwa Alkitab diinspirasikan oleh Tuhan, hal ini menunjukkan bagaimana perasaan-Nya terhadap nama pribadi-Nya
Dalam agama Yahudi, Tetragrammaton tidak diucapkan pada pembacaan tulisan suci dan doa, dan diganti dengan Adonai ("Tuanku"). Bentuk tertulis lain seperti ד׳ atau ה׳ dibaca Hashem (Sang Nama).

Yehuwa

Tetragrammaton juga seringkali diucapkan Yehuwa, Yehova, Yehovah, Jehova, atau Jehovah, tergantung kemampuan lidah si pembaca, dan ketersediaan huruf dalam aksara si penulis. Istilah-istilah tersebut adalah ejaan alternatif untuk Yahweh, bentuk tetragrammaton YHWH yang dipakai dalam terjemahan Alkitab versi Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia yang umum dipakai oleh kalangan Kristen di Indonesia. Berhubung bahasa Ibrani ditulis tanpa huruf hidup, maka semua pengucapan untuk tetragrammaton ini adalah vokalisasi tentatif saja.
Di dalam Alkitab versi bahasa Jawa, YHWH menjadi "Yehuwah". Sedangkan pada Alkitab terjemahan bahasa Indonesia tertulis "TUHAN".

Alkitab Ibrani

Tulisan Tetragrammaton muncul 6,828 kali dalam teks bahasa Ibrani dalam Biblia Hebraica maupun Biblia Hebraica Stuttgartensia, yaitu dua naskah Alkitab Ibrani lengkap tertua yang ada sekarang.[1] Di dalam Alkitab tersebut, kata ini tidak muncul hanya di Kitab Kidung Agung, Kitab Pengkhotbah dan Kitab Ester. Kata ini muncul pertama kalinya di Alkitab Ibrani di Kitab Kejadian pasal 2 ayat 4. Surat-surat, baik dibaca dari kanan ke kiri (di Alkitab Ibrani), adalah:
IbraniNama hurufEjaan
יYodh"Y"
הHe"H"
וWaw"W" atau tempat huruf hidup "O"/"U"
הHe"H" (atau tidak dilafalkan bila di akhir kata)

Jumlah Pemakaian

Menurut kamus Brown-Driver-Briggs Lexicon, ada dua versi penulisan YHWH; yang pertama: יְהֹוָה (Qr אֲדֹנָי) muncul 6,518 kali, dan kedua: יֱהֹוִה (Qr אֱלֹהִים) muncul 305 kali dalam Teks Masoret. Di Alkitab Ibrani muncul 6,823 times menurut Jewish Encyclopedia, dan 6,828 kali masing-masing di dalam Biblia Hebraica maupun Biblia Hebraica Stuttgartensia, yaitu teks kuno Alkitab Ibrani. Jumlah ini cukup menakjubkan jika dibandingkan dengan gelar Allah yang lain: Allah (2,605), Mahakuasa (48), Tuan (40), Pencipta (25), Khalik (7), Bapa (7), (Allah yang) Dari dulu kala (3) and Pembina Agung (2).

Gulungan Laut Mati dan Teks Aramaik

Penemuan gulungan laut mati dalam gua-gua di Qumran, menambah pengertian penggunaan kata ini. Tulisan dalam gulungan ini tidak diberi tanda baca untuk huruf hidup. Dalam banyak gulungan, kata tetragrammaton selalu ditulis dalam huruf Ibrani kuno (Paleo-Hebrew alphabet), menunjukkan bahwa Nama ini diperlakukan khusus.

Hilangnya Tetragrammaton dalam Septuaginta

Studi Septuaginta menunjukkan bahwa Nama Kudus ini ada dalam teks Ibrani yang mereka pakai sebagai dasar penterjemahan. Dr. Sidney Jellicoe menyimpulkan bahwa "Paul E. Kahle dengan tepat berpendapat bahwa teks LXX [= Septuaginta] ditulis oleh orang Yahudi untuk orang Yahudi, mempertahakan Nama Kudus dari bahasa Ibrani kuno (palaeo-Hebrew atau Aramaik) atau dalam salinan langsung huruf Yunani ΠΙΠΙ. Penggantian dengan Κύριος (Kyrios atau "Tuan") merupakan inovasi orang Kristen." Jellicoe menyusun bukti dari sejumlah pakar lain (B. J. Roberts, Baudissin, Kahle and C.H. Roberts) dan berbagai bagian Septuaginta untuk menarik kesimpulan bahwa:

  • tidak adanya pemakaian "Adonai" dalam teks menunjukkan istilah "Kyrios" baru dipakai kemudian,
  • dalam Septuaginta "Kyrios", atau bahasa Inggris "Lord" (sama-sama berarti "Tuan"), digunakan untuk mengganti Nama YHWH, dan
  • Tulisan Tetragrammaton muncul dalam naskah asli, tetapi penyalin Kristen tidak menyalinnya. Hal ini menyebabkan Tetragrammaton lambat laun hilang dari terjemahan-terjemahan Alkitab.

Prasasti Mesha Stele dari Moab (840 SM)
 mengandung Nama Allah Ibrani – YHWH.
Dianggap kutipan tertua di luar naskah Ibrani
Pakar dan penterjemah Alkitab di abad-abad permulaan seperti Eusebius dan Hieronimus (=Jerome; penterjemah Alkitab Latin Vulgata) menggunakan Hexapla. Keduanya menyatakan pentingnya Nama Kudus dan bahwa naskah-naskah yang paling terpercaya mengandung Tetragrammaton dalam huruf-huruf Ibrani. Terjemahan ke dalam bahasa Eropa dari Septuaginta cenderung mengikuti kebiasaan Yunani dan menggunakan terjemahan kata "Tuan", misalnya: Latin "Dominus", Jerman "der Herr", Polandia "Pan", Inggris "the Lord", Perancis "le Seigneur", dan seterusnya.

Empat huruf ini biasanya ditransliterasi dari bahasa Ibrani sebagai IHVH dalam bahasa Latin, JHWH in bahasa Jerman, bahasa Perancis dan bahasa Belanda, serta JHVH/YHWH dalam bahasa Inggris. Sering juga ditulis sebagai "Yahweh" atau "Jehovah", berdasarkan bentuk Latin, meksipun teks Ibrani tidak mencantumkan huruf-huruf hidup.

Dalam terjemahan Inggris, kata "LORD", untuk YHWH, ditulis dengan small cap yaitu huruf kecilnya dicetak sebagai huruf besar dengan ukuran lebih kecil, mengikuti tradisi Yahudi yang mengucapkan pembacaan tulisan YHWH dengan kata "Adonai" ("Tuan") yang tidak berani menyebut langsung tulisan YHWH dan sebagai pelaksanaan Sepuluh Perintah Allah untuk tidak menyebut nama Allah dengan sia-sia. Kata "haŠem", (atau Ha-Shem, artinya "Nama itu") juga sering dipakai dalam tradisi Yahudi. Di tradisi Samaria diganti dengan istilah "Šemå" (atau "Shema").

Papirus Magis

Dalam Naskah Papirus Magis Yahudi yang ditemukan di Mesir, tulisa Iave dan Iαβα (Yaba) sering dijumpai sebagai nama YHWH. Salah satunya dalam bentuk heptagram ιαωουηε.
Orang Kristen di Ethiopia memiliki daftar nama ajaib Yesus, antara lain memuat Yawe, yang ceritanya diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya
silahkan baca ini juga
semoga Artikel Islami ini bermanfaat untuk anda semua. terima kasih 
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment